Palit GeForce GTX 560 Sonic Platinum

Pasar graphics card kelas mainstream merupakan salah satu pasar yang menarik untuk selalu digarap. Salah satu buktinya adalah walaupun NVIDIA telah merilis graphics card desktop terkencang sekaligus termahal mereka, NVIDIA GTX 590 untuk kelas enthusiast, NVIDIA kembali membidik pasar graphics card kelas mainstream dengan senjata terbaru mereka. Senjata baru bernama NVIDIA GTX 560 ini akan bermain di level harga $200 atau mereka biasa menyebut level harga ini dengan “sweet-spot price point”.

NVIDIA GTX 560 ditargetkan untuk membidik gamer yang menginginkan graphics card kencang dengan harga yang tergolong pantas. Bermodalkan chip GF114 yang dipasangkan dengan memori 1 GB tipe GDDR5, NVIDIA GTX 560 dipersiapkan untuk menjalankan game dengan mulus di resolusi gambar 1920×1080 dengan 4x Anti-Aliasing. Selain itu, NVIDIA juga telah menyiapkan driver terbaru untuk NVIDIA GTX 560 guna menghadapi berbagai game terbaru terutama game berbasis NVIDIA PhysX.

Untuk level harga $200, sebenarnya NVIDIA GTX 560 hampir tidak memiliki lawan yang berasal dari produsen AMD. Namun jika harus memilih, kandidat terdekat dan terkuat adalah AMD HD 6870 yang dijual di kisaran harga terendah $219 (harga toko online). Salah satu kemungkinan yang dapat terjadi adalah AMD HD 6870 akan berhadapan dengan NVIDIA GTX 560 versi overclock yang biasanya dijual dengan harga lebih tinggi. Lalu, langkah apakah yang akan diambil pihak AMD? Apakah mereka akan merilis varian terbaru graphics card atau menurunkan harga AMD HD 6870?

Sambil menunggu langkah apa yang akan diambil, simaklah artikel/review pertama NVIDIA GTX 560 di Indonesia. Kali ini, kami akan menghadirkan NVIDIA GTX 560 dari produsen Palit yang bernama Palit GTX 560 Sonic Platinum. Palit tentu saja telah menyiapkan bumbu spesial untuk produknya kali ini.

NVIDIA GTX 560

GF114 “junior”

 

 

 

 

GF114

 

 

 

 

 

NVIDIA GTX 560 (non Ti) dipersenjatai chip GPU GF114. Seperti pernah kami sebutkan sebelumnya, chip GPU GF114 merupakan turunan dari chip GPU GF104 (NVIDIA GTX 460). NVIDIA telah melakukan optimalisasi hingga level transistor sehingga chip GPU GF114 memiliki performance/Watt yang lebih baik dibandingkan chip GPU GF104. Hasilnya, chip GPU GF114 dapat berjalan di clock lebih tinggi dengan tingkat konsumsi daya lebih rendah.

GF114 “junior”

Chip GPU GF114 pertama kali digunakan di graphics card NVIDIA GTX 560 Ti. Kini, NVIDIA kembali memercayakan chip GPU GF114 sebagai otak graphics card teranyar mereka NVIDIA GTX 560. Namun, tentu saja chip GPU GF114 “junior” ini memiliki perbedaan spesifikasi dengan chip GPU GF114 terdahulu.

Spesifikasi GF114 “junior”

Dibandingkan chip GPU GF114, chip GPU GF114 “junior” ini hanya dilengkapi 336 CUDA Cores (Stream Processor) dengan 56 buah Texture Units dan 32 buah ROP Units. Secara mengejutkan, ternyata spesifikasi ini mirip dengan spesifikasi chip GPU GF104 yang digunakan di graphics card NVIDIA GTX 460 1GB, kecuali di spesifikasi clock. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan tersendiri “apakah chip GPU GF114 junior ini merupakan chip GPU GF104 dengan spesifikasi clock lebih tinggi?”.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami pun mencoba membandingkan kinerja NVIDIA GTX 460 1 GB reference dengan kinerja NVIDIA GTX 560 di clock yang sama yaitu 675 MHz untuk clock core dan 3600 MHz untuk memory clock.

Seperti terlihat di grafik di atas, ternyata kinerja kedua graphics card ini kurang lebih sama.

Spesifikasi Clock

Sebenarnya, kami cukup bingung dengan spesifikasi clock reference NVIDIA GTX 560. Spesifikasi clock di tabel sebelumnya bukanlah spesifikasi clock reference NVIDIA GTX 560 melainkan spesifikasi clock produk Palit GTX 560 Sonic Platinum. Hingga saat ini, NVIDIA belum menyebutkan berapakah spesifikasi clock reference NVIDIA GTX 560. Melihat hal ini, kemungkinan NVIDIA akan membiarkan partner mereka untuk menentukan sendiri spesifikasi clock untuk produk mereka.

Seperti dapat Anda lihat do gambar di atas, masing-masing produsen merilis produk NVIDIA GTX 560 mereka di clock yang berbeda-beda. Setelah melihat beberapa variasi clock di gambar di atas, produk-produk NVIDIA GTX 560 kemungkinan akan dilengkapi dengan clock core di atas 800 MHz dengan memory clock di atas 4000 MHz.

NVIDIA GTX 560 Feature

  • Microsoft DirectX 11
  • NVIDIA 3DVision
  • NVIDIA 3DVision Surround
  • NVIDIA SLI
  • NVIDIA PhysX
  • NVIDIA CUDA
  • NVIDIA PureVideo HD
  • 32x Anti Aliasing
  • PCI Express 2.0 x16
  • Dual-link DVI-I
  • mini-Display Port

Palit GTX 560 Sonic Platinum

Untuk pengujian NVIDIA GTX 560 ini, kami menggunakan produk NVIDIA GTX 560 dari produsen Palit. Label “Sonic Platinum” menandakan bahwa ini adalah produk NVIDIA GTX 560 terkencang yang dikeluarkan produsen Palit. Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi clock core sebesar 900 MHz dengan memory clock sebesar 4200 MHz. Untuk setting clock seperti ini, Palit GTX 560 Sonic Platinum menggunakan voltase sebesar 1 Volt.

Graphics card

 

Inilah wujud graphics card Palit GTX 560 Sonic Platinum. Palit menggunakan model non-reference untuk produk NVIDIA GTX 560 mereka, baik di PCB maupun HSF yang digunakan. Jika Anda selalu menyimak review produk Palit terdahulu, tentu Anda tidak akan asing dengan model non-reference graphics card ini.

Setelah membuka tutup HSF, akhirnya kami dapat melihat komponen-komponen yang sebelumnya tersembunyi di balik tutup HSF.

Inilah heatsink yang bertugas mendinginkan chip GPU. Selain sirip-sirip yang terbuat dari bahan aluminium, heatsink ini juga dilengkapi dua buah heatpipe yang terbuat dari bahan tembaga.

Untuk membuang panas yang terkumpul di sirip-sirip alumunium, HSF ini dilengkapi sebuah kipas berdiameter 8 cm.

Untuk mengukur temperatur kerja graphics card ini, kami menjalankan aplikasi Unigine Heaven 2.1 dan mendapatkan hasil seperti ini.

Palit GTX 560 Ti Sonic Platinum

  • Full-load: 78 °C (fan speed: Auto @55%)
  • Idle: 31 °C (fan speed: Auto @30%)

Palit GTX 560 Sonic Platinum menggunakan chip memori GDDR5 dari produsen Samsung.

Yang satu ini adalah gambar penampang area komponen VRM graphics card.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi dua buah konektor power PCIe 6-pin. Posisi konektor power yang menghadap samping tentu akan memudahkan user saat akan memasang atau melepas konektor power terutama jika menggunakan casing komputer dengan ruang sempit.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi konektor PCIe standar NVIDIA GTX 560 yaitu PCI Express x16 versi 2.0. PCI Express x16 versi 2.0 mampu menyediakan bandwidth sebesar 64 Gbps bagi garphics card.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi sebuah konektor SLI untuk konfigurasi multi-GPU 2-way SLI dengan menggunakan, maksimal, dua buah NVIDIA GTX 560.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi konektor display yang berbeda dengan konektor display standar NVIDIA GTX 560. Konektor display graphics card ini terdiri dari:

  • 1x Dual-link DVI-I connector
  • 1x D-Sub connector
  • 1x Full-size HDMI connector

Beragamnya konektor display membuat graphics card ini tidak lagi membutuhkan konverter display di paket penjualan.

Sebagai sajian gambar terakhir, kami perlihatkan kepada Anda gambar Palit GTX 560 Sonic Platinum jika dilihat dari sisi atas dan sisi bawah.

Platform Pengujian

Hasil Pengujian

Synthetic Benchmark

3DMark Vantage

Setting: Performance Preset; PPU Off

3DMark 11

Setting: Performance Preset

Unigine Heaven 2.1

Setting: 1920×1080; DirectX 11; High; AF x16, No-AA

Real Game Benchmark

First-person Shooter Game

Alien VS Predator

Setting: 1920×1080; DirectX 11; Texture Quality-Very High; Shadow Quality-High; SSAO-On; AF x16; No-MSAA

Crysis Warhead

Setting: 1920×1080; DirectX 10; Enthusiast Mode; No-AA

LEFT4DEAD 2

Setting: 1920×1080; Maximum Quality; AF-Trilinear; No-AA

Metro 2033

Setting: 1920×1080; DirectX 11; Very High; Advance DOF; No-Advance PhysX; AF x16; MSAA x4

Third-person Action/Shooter Game

Batman Arkham Asylum

Setting: 1920×1080; Quality Preset-Very High; No-AA

Just Cause 2

Setting: 1920×1080; Maximum Quality; V-Sync Off; AF x16; AA x4

Lost Planet 2

Setting: 1920×1080; DirectX 9 & 11; Motion Blur-On; Shadow Detail-High; Texture Detail-High; Rendering Level-High

Resident Evil 5

Setting:  1920×1080; DirectX 10; High Quality; Motion Blur-On; No-AA

Racing Game

DiRT 2

Setting: 1920×1080; DirectX 11; Quality Preset-Ultra; No-AA

Konsumsi Daya

Kesimpulan

NVIDIA GTX 560

Jika Anda memperhatikan beberapa varian NVIDIA GTX 460 1 GB yang telah hadir di pasaran selama ini, mungkin graphics card ini terlihat kurang menarik karena beberapa varian NVIDIA GTX 460 1 GB telah mampu menembus clock core di atas 800 MHz. Terlebih lagi, graphics card ini memiliki spesifikasi chip GPU yang sama seperti NVIDIA GTX 460. Secara teoritis, seharusnya NVIDIA GTX 460 1 GB akan memiliki kinerja kurang lebih sama seperti kinerja NVIDIA GTX 560 dengan clock yang sama. Namun perlu diketahui, untuk mencapai clock setinggi itu, NVIDIA GTX 460 1GB membutuhkan suntikan daya lebih besar dibandingkan kondisi standar. Selain itu, kenaikan clock dan voltase graphics card tentu membuat graphics card bekerja dengan temperatur lebih tinggi.

Jika kita bandingkan dengan NVIDIA GTX 560, graphics card yang dipersenjatai chip GPU GF114 “junior” dapat dengan mudah berjalan dengan clock di atas 800 MHz. Bahkan, bukan tidak mungkin NVIDIA GTX 560 memiliki clock standar di atas 800 MHz. Jika melihat produk Palit GTX 560 Sonic Platinum (NVIDIA GTX 560 versi overclock) yang dapat berjalan di clock 900 MHz dengan menggunakan voltase 1 Volt, NVIDIA GTX 560 dengan clock di bawah 900 MHz seharusnya memiliki voltase lebih rendah. Tampaknya, NVIDIA GTX 560 akan menjadi kandidat kuat pengganti NVIDIA GTX 460 1 GB yang sempat menjadi graphics card incaran gamer seluruh dunia.

Palit GTX 560 Sonic Platinum

 

Kombinasi chip GPU GF114 “junior” dengan spesifikasi clock, PCB sekaligus HSF non-reference membuat Palit GTX 560 Sonic Platinum menjadi sebuah produk baru yang menarik di kelas mainstream. Terlebih lagi kata “Sonic Platinum” yang menandakan varian terkencang dari graphics card yang dikeluarkan produsen Palit. User maupun gamer yang mengincar produk ini tentu akan langsung menikmati kinerja NVIDIA GTX 560 di atas standar tanpa perlu bersusah payah melakukan overclocking.

Clock 900/4200 MHz ternyata membuat kinerja keseluruhan Palit GTX 560 Sonic Platinum begitu memuaskan. Game mampu dijalankan dengan mulus di resolusi gambar 1920×1080, bahkan di game DirectX 11 dengan penggunaan Tessellation secara intensif. Kinerja Palit GTX 560 Sonic Platinum mampu membayangi kinerja NVIDIA GTX 560 Ti.

Pengujian NVIDIA GTX 560 dengan driver terbaru Forceware 275.20 beta ternyata memperlihatkan sesuatu yang menarik. Kinerja di game PhysX terlihat lebih baik di driver terbaru ini. Bahkan, Palit GTX 560 Sonic Platinum mampu melampaui kinerja NVIDIA GTX 570 pada pengujian game dengan feature PhysX aktif. Tampaknya, driver terbaru ini ditujukan untuk menyambut beberapa game PhysX terbaru yang akan segera hadir ke pasaran. Apakah ini menandakan populasi game dengan feature PhysX akan semakin banyak?

Akhir kata, NVIDIA GTX 560/Palit GTX 560 Sonic Platinum merupakan sebuah varian/produk baru yang menarik di level harga $200 (versi overclock dijual lebih mahal). Gamer yang menginginkan graphics card bertenaga untuk bermain game dengan mulus di resolusi gambar 1920×1080 dengan setting kualitas gambar terbaik sepertinya wajib memasukkan graphics card ini dalam daftar keinginan mereka. Terlebih lagi NVIDIA GTX 560 merupakan NVIDIA GTX 500 termurah yang masih dapat diandalkan seorang gamer untuk memainkan berbagai game terbaru di setting resolusi dan kualitas gambar tersebut.

Kelebihan

  • Overclock out-of-the-box.
  • Kencang.
  • Jenis konektor display lengkap dan beragam.

Kekurangan

  • Temperatur cukup tinggi di kondisi load.

DATA TEKNIS

  • Chip: NVIDIA GTX 560
  • Interface: PCI Express 2.0 x16
  • Memory Size: 1024 MB
  • Core Clock: 900 MHz
  • Shader Clock: 1800 MHz
  • Memory Clock: 4200 MHz
  • Stream Prosesor: 336
  • D-Sub Output: ada (1 buah)
  • DVI Output: ada (1 buah)
  • HDMI Output: ada (Full-size HDMI)
  • Display Port Output: tidak ada
  • Memory Type: GDDR5
  • Memory Interface: 256-bit
  • Perlengkapan: Quick Installation Guide, Driver Disc, dan Molex to 6-pin power converter.

Source

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: