ASUS P8Z68-V Pro

Tahun ini menjadi saat yang cukup sibuk bagi Intel. Pasalnya, setelah memperkenalkan prosesor Sandy Bridge serta platform dalam bentuk P67,H67, dan H61, Intel menambah satu lagi chipset baru, yaitu chipset Z68! Sekadar informasi, platform Z68 merupakan kulminasi dari chipset seri 6 yang telah dihadirkan Intel. Lalu, apa saja yang dapat Anda temukan dalam chipset ini? Mari kita simak bersama!

Chipset terbaru dari Intel ini hadir dengan berbagai feature yang telah lama ditunggu pengguna Sandy Bridge. Wajar saja, banyak sekali harapan yang disandarkan di bahu Z68 mengingat ia adalah titik puncak dari chipset seri 6. Apakah chipset ini mampu memenuhi harapan tersebut? Pengujian yang akan Anda temukan dalam review ini akan membuktikannya! Sebagai hidangan pembuka, ada baiknya Anda menyimak terlebih dahulu beberapa feature terbaru dari Z68.

Kemampuan Overclocking CPU Dan GPU

Apakah Anda masih ingat kendala yang ditemui ketika akan meng-overclock Sandy Bridge? Anda harus menggunakan motherboard dengan chipset P67 untuk meng-overclock processor. Namun, ada satu kelemahannya: Anda tidak bisa meng-overclock GPU internal Sandy Bridge ketika menggunakan chipset ini! Begitu pula sebaliknya. Ketika Anda ingin meng-overclock internal GPU, Anda harus menggunakan chipset H67. Akan tetapi, masalah yang sama juga terjadi di chipset ini, yaitu Anda tidak dapat meng-overclock prosesor! Hal ini tentu saja menjadi sebuah dilema bagi penggunanya. Anda harus memilih antara memaksimalkan kemampuan processor atau GPU. Kini, Anda tidak perlu khawatir lagi karena chipset Z68 berhasil memecahkan dilema tersebut.

Di platform terbaru ini, kedua fungsi overclocking tersebut diaktifkan. Jadi, Anda dapat memaksimalkan kinerja kedua komponen tersebut demi tercapainya sebuah sistem yang Anda idamkan. Feature ini tentunya menjadi kabar baik bagi para overclocker yang selalu berusaha memacu sistemnya hingga batas tertinggi.

Baiklah, tanpa banyak basa-basi lagi kami akan mencoba membuktikan kemampuan terbaru dari chipset Z68 ini. Di tes ini kami meng-overclock processor testbed Core i7 2600K. Berikut hasil yang kami dapatkan.

CPU-Z Standard

CPU-Z Hasil Overclocking

Peningkatan yang cukup signifikan dapat Anda lihat di CPU-Z setelah prosesor di-overclock. Sebetulnya, di saat bersamaan kami juga telah meng-overclock internal GPU dari prosesor ini. Sayangnya, software yang biasa kami gunakan untuk mendeteksi clock GPU masih tidak dapat bekerja dengan baik untuk mendeteksi kinerja GPU dari Sandy Bridge.

Untuk dapat mengetahui lebih jelas hasil overclock ini, kami melakukan beberapa pengujian melalui benchmark yang dapat Anda temukan di bagian hasil pengujian.

VIRTU

Salah satu dilema terbesar bagi pengguna P67 adalah tidak dapat diaktifkannya feature QuickSync di motherboard akibat penggunaan graphic card terpisah. Kondisi ini langsung menonaktifkan fungsi internal GPU dari Sandy Bridge. Hal ini tentunya cukup menyebalkan, mengingat fungsi QuickSync sangat berguna ketika ingin transcode video. Anda pastinya menyadari bahwa Quicksync dapat memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi ini. Satu-satunya cara untuk menggunakan fungsi ini adalah menggunakan H67 dengan internal GPU saat transcode. Apabila Anda membutuhkan kinerja GPU lebih besar, misalnya ketika ingin bermain game, Anda baru menancapkan graphic card terpisah. Anda tentu setuju bahwa cara ini sangat tidak praktis dan merepotkan.

Solusi yang dihadirkan chipset Z68 datang dari pihak ketiga. Apakah Anda masih ingat Lucid? Bantuan dari Lucid hadir dalam bentuk software bernama Virtu. Software ini bertugas mengaktifkan GPU internal Sandy Bridge bahkan saat tertancapnya graphic card terpisah. Kini Anda dapat mengaktifkan graphic internal Sandy Bridge kapan saja!

Virtu dalam posisi ON.

Gambar di atas adalah keadaan ketika Virtu dalam keadaan aktif. Seperti yang dapat Anda lihat, graphic card yang terdeteksi adalah GPU internal Sandy Bridge. Terlihat pula bahwa operasi transcode yang terjadi menggunakan fungsi akselerasi QuickSync!

Virtu dalam posisi OFF dan CUDA: ON.

Berikut keadaan ketika Virtu dimatikan. Saat ini, operasi transcode dapat menggunakan akselerasi CUDA yang tersedia di graphic card terpisah.

Intel Smart Response Technology

Feature menarik lain yang diperkenalkan Intel di chipset terbarunya adalah Intel Smart Response Technology. Apakah fungsi dari feature ini? Ternyata, feature ini merupakan fasilitas SSD Caching yang ditawarkan bagi pengguna desktop. Fasilitas ini memang bukan sebuah teknologi baru karena ia telah digunakan secara luas di teknologi server. Apakah Anda tahu arti dari SSD Caching? Feature ini membantu Anda untuk menggunakan SSD sebagai cache dari drive utama. Tujuan utama dari cache adalah untuk mempercepat kinerja sistem dengan cara menjadi penampungan sementara untuk data yang sering diproses. Dengan adanya SSD Caching, Anda tidak perlu bingung memilih antara kecepatan SSD atau kapasitas Hard Drive. Walaupun cepat, salah satu kendala terbesar penggunaan SSD adalah harganya yang masih relatif mahal sesuai dengan kapasitasnya. Sedangkan harga hard drive makin lama makin murah untuk ukuran yang besar sekalipun. Sayangnya, kecepatan hard drive dalam proses data tentu saja tidak seperti SSD. Mungkin Anda berargumen bahwa lebih mudah membeli SSD untuk dijadikan operating system dan hard drive berkapasitas besar untuk menyimpan data. Kendala timbul kala Anda menyadari berapa besar space yang dibutuhkan untuk menyimpan operating system beserta penunjangnya. Apakah 30 GB cukup? Hanya SSD berukuran itulah yang harganya masih berada di bawah Rp1 juta. Dengan menggunakan solusi SSD Caching, Anda dapat meningkatkan performa sistem hanya dengan menggunakan SSD 30 GB saja!

Kekurangan utama dari SSD Caching adalah Anda harus mengorbankan ruang dalam SSD hanya untuk cache. Ruangan ini tidak dapat Anda gunakan untuk menyimpan data dalam bentuk apa pun. Dasarnya, Anda mengorbankan sedikit space dalam SSD untuk menjadi cache drive.

Katakanlah Anda ingin menggunakan feature ini. Lalu, bagaimana cara mengaktifkan fasilitas ini? Berikut panduan singkat untuk menggunakannya!

Untuk mengaktifkan fasilitas ini, Anda perlu meng-install Intel Rapid Storage Technology (IRST). Pilih “Enable Acceleration.”

Kemudian, akan muncul pilihan jumlah space yang akan Anda gunakan untuk cache beserta pilihan mode akselerasi.

Setelah melewati langkah tersebut, Anda akan diminta untuk me-restart sistem. Kini Anda telah siap menggunakan Intel Smart Response Technology!

Perlu diiingat bahwa untuk menggunakan fasilitas ini Anda harus mengatur mode storage Anda ke RAID dalam BIOS sehingga SSD bisa digunakan sebagai cache.

Sebelum kami menguji semua feature baru dari Z68, ada baiknya Anda mengetahui mengenai motherboard yang dijadikan testbed pengujian. Motherboard yang kami gunakan adalah ASUS P8Z68-V Pro. Seperti apakah penampilan dari Z68 ASUS? Berikut sedikit ulasannya.

Spesifikasi

CPU Intel® Socket 1155 The 2nd Generation Core™ i7/Core™ i5/Core™ i3 Processors
Supports Intel® 32 nm CPU
Supports Intel® Turbo Boost Technology 2.0
* Refer to www.asus.com for CPU support list
Chipset Intel® Z68
Memory 4 x DIMM, Max. 32 GB, DDR3 2200(O.C.)/2133(O.C.)/1866(O.C.)/1600/1333/1066 Hz Non-ECC, Un-buffered Memory
Dual Channel Memory Architecture
Supports Intel® Extreme Memory Profile (XMP)
* Hyper DIMM support is subject to the physical characteristics of individual CPUs.
* Refer to www.asus.com or user manual for the Memory QVL (Qualified Vendors Lists).
* Due to CPU behavior, DDR3 2200/2000/1800 MHz memory module will run at DDR3 2133/1866/1600 MHz frequency as default.
Graphic Integrated Graphics Processor
Multi-VGA output support : HDMI/DVI/RGB ports
– Supports HDMI with max. resolution 1920 x 1200 @ 60 Hz
– Supports DVI with max. resolution 1920 x 1200 @ 60 Hz
– Supports RGB with max. resolution 2048 x 1536 @ 75 Hz
Maximum shared memory of 1748 MB
Multi-GPU Support Supports NVIDIA® Quad-GPU SLI™ Technology
Supports AMD® Quad-GPU CrossFireX™ Technology
Expansion Slots 2 x PCIe 2.0 x16 (x16 or dual x8)
1 x PCIe 2.0 x16 (x4 mode, black) *1
2 x PCIe x1
2 x PCI
Storage Intel® Z68 chipset:
2 x SATA 6 Gb/s port(s), gray
4 x SATA 3 Gb/s port(s), blue
Support Raid 0, 1, 5, 10
Support Intel® Smart Response Technology
Marvell® PCIe SATA 6 Gb/s controller: *2
2 x SATA 6 Gb/s port(s), navy blue
JMicron® JMB362 controller: *2
1 x eSATA 3G port(s), red
LAN Intel® 82579, 1 x Gigabit LAN Controller
Bluetooth Bluetooth V3.0+EDR
ASUS BT GO! Utility
Audio Realtek® ALC 892 8-Channel High Definition Audio CODEC
– Supports: Jack-detection, Multi-streaming, Front Panel Jack-retasking
Audio Feature:
– Absolute Pitch 192 kHz/24-bit True BD Lossless Sound
– Blu-ray audio layer Content Protection
– DTS Surround Sensation UltraPC
– Optical S/PDIF out ports at back I/O
IEEE 1394 VIA® 6308P controller
2 x IEEE 1394a port(s)
(2 at mid-board)
USB Ports ASMedia® USB 3.0 controller:
4 x USB 3.0 port(s) (2 at back panel, blue, 2 at mid-board)
Intel® Z68 chipset:
12 x USB 2.0 port(s) (6 at back panel, black+red, 6 at mid-board)
Overclocking Features Overclocking Protection:
– ASUS C.P.R.(CPU Parameter Recall)
Special Features ASUS Dual Intelligent Processors 2 with DIGI+ VRM:
ASUS Digital Power Design
– Industry leading Digital 12+4 Phase Power Design
(12-phase for CPU, 4-phase for iGPU)
– ASUS DIGI+ VRM Utility
ASUS EPU
– EPU, EPU switch
ASUS TPU
– Auto Tuning, TurboV, GPU Boost, TPU switch
ASUS BT GO! (Bluetooth)
– Folder Sync, BT Transfer, Shot & Send, BT to Net, Music Player, Personal Manager
ASUS BT Turbo Remote
– Exclusive Smartphone Interface supporting iPhone, Android, Windows Mobile and Symbian systems
ASUS Exclusive Features
– ASUS UEFI BIOS EZ Mode featuring friendly graphics user interface
– MemOK!
– AI Suite II
– AI Charger+
– Anti Surge
– Disk Unlocker
ASUS Quiet Thermal Solution
– ASUS Fanless Design: Heat-sink solution
– ASUS Fan Xpert
ASUS EZ DIY
– ASUS Q-Shield
– ASUS Q-Connector
– ASUS O.C. Tuner
– ASUS CrashFree BIOS 3
– ASUS EZ Flash 2
ASUS Q-Design
– ASUS Q-LED (CPU, DRAM, VGA, Boot Device LED)
– ASUS Q-Slot
– ASUS Q-DIMM
Back I/O Ports 1 x Bluetooth module(s)
1 x DVI
1 x D-Sub
1 x HDMI
1 x eSATA 3Gb/s
1 x LAN (RJ45) port(s)
2 x USB 3.0
6 x USB 2.0
1 x Optical S/PDIF out
6 x Audio Jack(s)
Internal I/O Ports 1 x USB 3.0 connector(s) support(s) additional 2 USB 3.0 port(s) (19-pin, moss green)
3 x USB 2.0 connector(s) support(s) additional 6 USB 2.0 port(s)
4 x SATA 6Gb/s connector(s)
4 x SATA 3Gb/s connector(s)
2 x IEEE 1394a connector(s)
2 x CPU Fan connector(s) (4 -pin)
2 x Chassis Fan connector(s) (1 x 4 -pin, 1 x 3 -pin)
2 x Power Fan connector(s) (3 -pin)
1 x S/PDIF out Header(s)
1 x 24-pin EATX Power connector(s)
1 x 8-pin ATX 12V Power connector(s)
1 x Front panel audio connector(s) (AAFP)
1 x System panel(s) (Q-Connector)
1 x MemOK! button(s)
1 x TPU switch(es)
1 x EPU switch(es)
Accessories User’s manual
ASUS Q-Shield
2 x Serial ATA 3.0Gb/s cable(s)
2 x Serial ATA 6.0Gb/s cable(s)
1 x SLI bridge(s)
1 x Q-connector(s) (2 in 1)
1 x ASUS USB 3.0 Bracket(s)
BIOS 64 Mb Flash ROM, EFI AMI BIOS, PnP, DMI2.0, WfM2.0, SM BIOS 2.5, ACPI 2.0a, Multi-language BIOS,
ASUS EZ Flash 2, ASUS CrashFree BIOS 3, F12 PrintScreen Function
Manageability WfM 2.0, DMI 2.0, WOL by PME, WOR by PME, PXE
Support Disc Drivers
ASUS Utilities
ASUS Update
Anti-virus software (OEM version)
Form Factor ATX Form Factor
12 inch x 9.6 inch ( 30.5 cm x 24.4 cm )
Note *1: The PCIe x16_3 slot shares bandwidth with PCIe x1_1 slot, PCIe x1_2 slot, USB3_34 and eSATA. The PCIe x16_3 default setting is in x1 mode.
*2: These SATA ports are for data hard drivers only. ATAPI devices are not supported.

Kemasan dan Paket Penjualan

Bagian depan kemasan ini identik dengan “saudara” motherboard yang juga menggunakan chipset seri 6. Secara keseluruhan, kemasan ini terlihat begitu elegan dan mewah.

Bagian kanan bawah kemasan motherboard menampilkan daftar feature unik yang hanya dapat ditemukan di chipset terbaru ini, seperti Intel Smart Response Technology dan Virtu.

ASUS tidak pernah mengecewakan penggunanya dalam hal perlengkapan. Semua pernak-pernik yang menyertai board ini terlihat cukup menarik. Salah satu benda yang mencuri perhatian kami adalah disertakannya USB 3.0! Hal ini merupakan langkah yang bijak mengingat USB 3.0 merupakan feature yang banyak dicari para pengguna. Anda tentunya juga berpikiran sama, ‘kan?

The Board

Color scheme yang digunakan ASUS di motherboard ini mungkin terlihat familiar. Semenjak beralih ke chipset seri 6, ASUS telah mengadopsi pilihan warna PCB hitam dengan variasi warna biru di slot PCI, heatsink, dan beberapa slot lainnya. Warna yang digunakan board ini memberikan kesan mewah dan kokoh. Percaya atau tidak, warna yang dimiliki motherboard terkadang berpengaruh ke mindset Anda ketika merakit system!

Layout yang dianut P8Z68-V Pro ini terlihat dirancang dengan baik. Sama sekali tidak terlihat sesak. Bahkan, Anda dapat menemukan beberapa sisi yang terlihat cukup kosong. Secara keseluruhan, kami tidak melihat adanya masalah clearance dengan board ini.

Port yang tersedia antara lain:

  • 1x VGA Port
  • 1x DVI-D Port
  • 1x HDMI Port
  • 6x USB 2.0/1.1 Ports
  • 2x USB 3.0/2.0 Ports
  • 1x E-SATA
  • 1 x RJ-45 Port (LAN)
  • 6x audio jacks
  • 1 x Optical S/PDIF Out Connector
  • 1x Bluetooth Receiver

Jika Anda perhatikan dengan seksama, ASUS memilih untuk tidak menyertakan koneksi P/S 2 untuk keyboard dan mouse. Anda boleh saja menganggap ini sebagai sebuah kelemahan. Akan tetapi, ASUS “menggantikan” posisi konektor P/S 2 dengan sejumlah USB 2.0. Menurut kami, ini langkah yang sangat tepat, mengingat kedua peripheral tersebut kini didominasi koneksi USB. Walaupun demikian, para pengguna setia P/S 2, misalnya para overclocker tentu akan sedikit keberatan dengan keputusan yang diambil ASUS.

Hal lain yang menarik perhatian kami terjadi saat melihat backplate dari motherboard ini. Anda dapat menemukan receiver BlueTooth! Langkah tersebut cukup inovatif mengingat banyaknya peripheral yang menggunakan koneksi ini. Feature tersebut pastinya menjadi nilai tambah tersendiri bagi motherboard ini.

PCI Slot yang disediakan antara lain:

  • 3x Slot PCI-Express X16
  • 2x Slot PCI-Express X1
  • 2x Slot PCI

Tersedianya tiga buah slot PCI-Express x16 menunjukkan peluang konfigurasi multi graphic card di motherboard ini. Mengingat cukup banyak add-on card yang masih menggunakan slot PCI, ASUS masih menyediakan dua buah slot ini. Walaupun tak lupa juga disertakan koneksi lebih besar menggunakan PCI Express x1.

Header yang disertakan motherboard ini cukup melimpah. Jumlah ini seharusnya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan koneksi peripheral Anda.

Koneksi SATA yang disediakan motherboard ini terdiri dari empat buah koneksi SATA II (biru muda) dan sisanya diisi koneksi SATA III. Koneksi SATA II dan sebagian SATA III (putih) ditangani oleh chipset Z68 sendiri. Selebihnya (biru) diserahkan kepada chipset terpisah.

Bila Anda perhatikan, soket prosesor dikelilingi pendingin VRM yang cukup besar. Mengingat VRM merupakan salah satu komponen penting dari motherboard, ASUS tak lupa mendinginkannya dengan sepasang heatsink pasif yang cukup artistik. Walaupun demikian, cukup disayangkan komponen penting tersebut tidak didinginkan oleh pendingin yang lebih baik, seperti heatpipe. Namun, ASUS tidak merasa VRM ini akan menghasilkan panas yang tinggi. Sebab ASUS telah menggunakan Digital VRM yang menurut mereka jauh lebih dingin.

Tinggi kedua pendingin VRM sepertinya tidak akan menjadi masalah bila Anda memutuskan untuk memasang HSF yang cukup tinggi pada motherboard ini.

Selain penggunaan Digital VRM, motherboard ini juga menggunakan solid capacitors berkualitas tinggi. Terlihat barisan solid capacitors bersiaga “menjaga” performa motherboard agar selalu optimal.

Tombol onboard power dan reset akan memudahkan Anda saat mengoperasikan board ini tanpa casing.

Anda dapat menemukan sejumlah onboard switch di pojok kanan atas motherboard. Di bagian ini, terdapat sebuah switch untuk mengatur feature MemOK! Anda dapat menggunakan feature ini untuk memaksimalkan konfigurasi memory Anda, terutama ketika menggunakan beberapa keping memory yang berlainan tipe. Anda juga dapat menemukan sebuah switch yang berguna untuk mengaktifkan feature EPU. Anda dapat menggunakannya untuk memaksimalkan konsumsi daya sesuai penggunaan sistem. Switch terakhir berguna untuk menghidupkan feature TPU yang berguna untuk memaksimalkan performa prosesor dan GPU Anda dengan mencari setting overclock secara otomatis.

Tidak seperti produsen lain yang menggunakan chipset dari NEC untuk USB 3.0 nya, ASUS menggunakan chipset dari Asmedia. Asmedia merupakan produsen USB 3.0 yang baru saja diakusisi oleh ASUS. Langkah ini memastikan harga USB 3.0 yang digunakan ASUS menjadi lebih murah dan akhirnya memengaruhi harga motherboard.

Chipset TurboV Processing Unit (TPU) memberi Anda kemungkinan untuk mengatur setting overclock secara tepat. Selain itu, TPU juga memaksimalkan performa prosesor dan GPU dengan menggunakan pengaturan Auto Tuning.

Untuk memastikan daya listrik yang dibutuhkan sistem dapat terpenuhi dengan baik, motherboard ini juga dilengkapi dengan konektor power tambahan 8 Pin.

BIOS

Platform Pengujian

  • Prosesor: Intel Core i7 2600K
  • Motherboard: ASUS P8Z68-V Pro
  • Memory: Kingston KHX1600c9D3B1K2/4GX
  • Hard Drive: Western Digital 500 GB Black, Kingston SSDNow V+100 64 GB dan Kingston SSDNow VSeries 30 GB, Intel X25-V 40 GB
  • Power Supply: Coolermaster Silent Pro Gold 800 Watt
  • Heatsink: Coolermaster Hyper 212+
  • Monitor: Philips 221E
  • Input: Genius (keyboard dan mouse)
  • OS: Windows 7 Ultimate 64-bit SP1
  • Driver: Intel Chipset 9.2.0.1.1025 dan Intel Graphic 15.21.10.2291

Hasil Pengujian

Di benchmark kali ini, kami mencoba membandingkan berbagai SSD dari beberapa tingkatan harga. Apakah cache drive memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sistem?

SYSMark 2007

Terlihat peningkatan kinerja sebesar 5-10% antara penggunaan SSD caching dengan penggunaan HDD Only. Peningkatan yang cukup besar terlihat jelas di benchmark ini. Jika Anda ingin mendapatkan peningkatan kinerja sebesar 10%, Anda harus meningkatkan kecepatan prosesor. Di pengujian ini, kami menggunakan prosesor dengan kecepatan standard yang bisa didapatkan dengan mudah.

PCMARK Vantage

Di benchmark ini terlihat perbedaan kinerja yang sangat besar antara SSD dan SSD caching. Walaupun demikian, perbedaan kinerja antara HDD Only dengan SSD Caching terlihat tipis. Tampaknya, kinerja storage secara keseluruhan tidak terlalu terbantu dengan kehadiran SSD Caching.

3DMark Vantage

Tabel di atas memperlihatkan overclock yang kami lakukan mampu meningkatkan performa CPU dan GPU. Hal ini membuktikan bahwa Z68 dapat meningkatkan kemampuan sistem hingga sebesar 25%.

Left 4 Dead 2: Sacrifice

Tabel di atas memperlihatkan kegunaan lain dari overclocking di Z68, yaitu ketika Anda menemukan game yang berada di ujung batas kemampuan prosesor dan GPU standard. Dengan melakukan overclock, kami mampu meningkatkan FPS (Frame Per Second) sebesar 25% dan memindahkan game ini dari zona tidak playable menjadi playable.

MediaEspresso

Dengan menggunakan Virtu, kami mampu menjalankan semua mode akselerasi transcode yang ada. Hebatnya, semua dapat dilakukan hanya dengan satu sentuhan saja.

Kesimpulan

Setelah menyimak hasil pengujian di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa inilah platform terbaik di jajaran chipset Cougar Point. Feature Overclocking yang dianut chipset ini akan membuat pengguna P67 dan H67 tergoda untuk beralih ke Z68. Hanya chipset ini yang membebaskan Anda mengutak-atik performa sistem secara total. Kehadiran software Virtu juga berperan besar menghadirkan solusi elegan bagi sebuah masalah kecil yang harus diakui sedikit mengganggu. Bantuannya membuat Anda dapat memanfaatkan feature QuickSync ketika menggunakan graphic card terpisah! Feature SSD Caching yang diperkenalkan chipset ini juga menjadi feature yang berharga untuk memaksimalkan sistem Anda. Ia memberikan keseimbangan akan kebutuhan kecepatan yang ditawarkan SSD dan kapasitas yang ditawarkan Hard Drive. Dengan Z68, you have the best of both worlds!

Secara keseluruhan, chipset Z68 berhasil menggabungkan keunggulan dari H67 dan P67. Apalagi Anda juga dimanjakan dengan adanya feature SSD Caching yang menggabungkan keunggulan SSD dan HDD. Apakah chipset Z68 berhasil memenuhi harapan pengguna Sandy Bridge? Tentu saja! Inilah wujud puncak chipset seri 6!

 

source

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: