Tips Cara Mengatasi Low Virtual Memory

Ketika saya sedang membuka halaman website, tiba-tiba didepan layar komputer muncul peringatan virtual memory low, ketika di close tidak lama kemudian muncul lagi dan tentu ini sangat mengganggu. Mungkin rekan-rekan ada yang pernah mengalaminya.
Sebelum kita bahas bagaimana mengatasi masalah virtual memory low, kita perlu mengetahui apa itu virtual memory ?

Virtual Memory (Memori Virtual) adalah memory yang dapat dibuat oleh user (pengguna komputer), yang digunakan oleh aplikasi untuk menggunakan sebagian dari memori sekunder seolah-olah ia menggunakannya sebagai RAM fisik.
Dan virtual memory bisa dibuat dengan menggunakan memori yang ada di harddisk, jumlahnya tidak dibatasi, tergantung dari besarnya sisa memori yang ada di hard disk.

Untuk mengatasi virtual memory low, antara lain dengan cara :
- Uninstall program yang tidak diperlukan lagi ;
- Hapus file-file yang double, log file, file-file sampah, seperti di prefetch (Caranya : Start-Run -> ketik prefetch -> select all -> Shift + Del) ;
- Hapus juga file-file di recycle bin, cookies, dll.
- Defrag PC (Caranya : Start -> Programs -> Accessories -> System Tools -> Disk Defragment) ;
- Menggunakan software pembersih registry seperti ccleaner ;
http://www.filehippo.com/download_ccleaner
- Coba juga menggunakan software Atf-Cleaner ;
http://majorgeeks.com
- Menggatur besarnya virtual memory ;
- Dll.

Disini kita akan membahas mengenai cara mengatur besarnya virtual memory.
Cara untuk mengatur/ membuat virtual memory, adalah sebagai berikut :

1. Login sebagai Administrator ;

2. Klik kanan [My Computer], pilih ‘Properties’ ;

3. Klik tab ‘Advanced’, Pilih ‘Settings’ pada ‘Performance’ ;

http://chyardi.blogspot.com, chyardi.blogspot.com, chyardi's blog, chyardi blog, chyardis blog, chyardi, chyardis

4. Ada 3 pilihan tab, Visual Effects, Advanced, & Data execution Prevention, kita pilih ‘Advanced’ ;

http://chyardi.blogspot.com, chyardi.blogspot.com, chyardi's blog, chyardi blog, chyardis blog, chyardi, chyardis

5. Klik ‘Change’ pada Virtual Memory, pilih ‘Custom Size’, besarnya virtual memory terserah user ;

http://chyardi.blogspot.com, chyardi.blogspot.com, chyardi's blog, chyardi blog, chyardis blog, chyardi, chyardis

6. Setelah selesai menulis angka-nya, klik ‘SET’, kemudian klik ‘OK’;

7. Sekarang Restart komputer anda.

Catatan :
Ada beberapa rekomendasi bagaimana cara mengatur besarnya virtual memory, antara lain :

1. Samakan besarnya memory pada Initial Size dan Maximum Size.

2. Dibeberapa sumber mengatakan besarnya memori pada virtual memori adalah {[Jumlah total DDR anda sekarang] x 2} +128, misalnya total memory (DDR-RAM) kamu sekarang 384 mb, berarti virtual memory kamu = (384×2)+128 = 896.
Tapi sumber dari Microsoft, bilang virtual memory yang baik adalah 1,5x dari jumlah Memory (DDR-RAM) yang terpasang di PC.

3. Dengan cara men-set menjadi 2x lipatnya agar tidak Run Out of Memory atau Memory Low lagi.

4. Karena virtual memory berfungsi sebagai pengganti (tambahan) DDR-RAM dan mengambil akses dari harddisk (HDD). Alangkah baiknya jika mempunyai 2 harddisk, bedakan lokasi harddisk antara System dan Virtual Memory.

Contoh :
HDD A – 40 Gb (System) <– Windows terinstall. HDD B – 80 Gb (Data) Jika kita mempunyai 2 HDD atau lebih, jangan membuat virtual memory ditempat dimana windows diinstall, sebaiknya membuat virtual memory di Harddisk B. Kalau membuat virtual memory ditempat yang sama akan memperlambat akses ke virtual memory, kecuali kita hanya memiliki satu harddisk.

Selamat mencoba.

Source

Gigabyte GeForce GTX 560 Ti Super Overclock

Sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, NVIDIA GTX 560 Ti telah menjadi graphics card incaran gamer. Kombinasi antara kinerja kencang dengan harga cukup murah memang menjadi “selling point” utama graphics card ini. NVIDIA GTX 560 Ti dipersenjatai chip GPU GF114 yang dapat dikatakan sebagai chip GPU GF104 dengan spesifikasi penuh. NVIDIA sendiri telah melakukan optimalisasi hingga tingkat transistor sehingga chip GPU GF114 memiliki performance/Watt yang lebih baik dibandingkan chip terdahulu.

Melihat antusiasme yang besar membuat produsen graphics card tidak mau melewatkan kesempatan emas ini. Produsen graphics card berlomba-lomba merilis berbagai varian NVIDIA GTX 560 Ti, termasuk di antaranya versi overclock. Belum lama ini, Gigabyte kembali merilis graphics card seri Super Overclock mereka dengan menggunakan chip GPU GF114.

Seri Super Overclock merupakan seri flagship dari graphics card produksi Gigabyte yang biasanya ditujukan untuk kalangan overclocker. Seri Super Overclock dipersenjatai chip GPU pilihan terbaik (GPU Gauntlet Sorting) yang dipadukan dengan komponen berkualitas. Tentu saja, semua itu dilakukan untuk memanjakan overclocker maupun user/gamer yang akan menggunakan graphics card ini.

Gigabyte GTX 560 Ti Super Overclock (SOC)

Spesifikasi

Gigabyte merilis NVIDIA GTX 560 Ti seri Super Overclock dalam dua versi yaitu 1GHz dan 950MHz. Sedangkan untuk review kali ini, Gigabyte GTX 560 Ti SOC yang kami uji adalah versi 950MHz. Gigabyte melengkapi graphics card ini dengan clock core 950 MHz (128 MHz lebih tinggi) dan memori clock sebesar 4580 MHz (572 MHz lebih tinggi). Dibandingkan dengan beberapa varian NVIDIA GTX 560 Ti yang pernah kami uji sebelumnya, graphics card inilah yang memiliki spesifikasi paling tinggi. Dengan clock tersebut, seberapa jauhkah peningkatan kinerja yang didapatkan?

Super Overclock Feature

Sebagai varian dari seri “Super Overclock”, Gigabyte GTX 560 Ti SOC tentu saja dilengkapi semua feature andalan yang merupakan feature standar graphics card Gigabyte seri “Super Overclock”. Beberapa feature andalan graphics card ini adalah :

  • GPU Gauntlet Sorting: Untuk mendapatkan chip GPU terbaik, Gigabyte melakukan serangkaian proses pemilihan yang disebut GPU Gauntlet Sorting. Hanya chip GPU terbaik yang memenuhi persyaratan yang dapat digunakan di graphics card Gigabyte seri “Super Overclock”
  • Ultra Durable VGA Plus: Chip GPU yang lolos proses seleksi di atas kemudian dipasangkan dengan PCB Ultra Durable VGA Plus. PCB yang telah dilengkapi feature Ultra Durable Plus menandakan PCB tersebut telah dilengkapi komponen-komponen seperti chip Proadlizer, 2oz Copper PCB, Tier 1 Samsung and Hynix Memory, Japanese Solid Capacitor, Ferrite Core/Metal Chokes, dan Low RDS (on) MOSFET.
  • Windforce 2X: Windforce 2X adalah nama heatsink yang digunakan oleh beberapa varian graphics card Gigabyte seri “Super Overclock” termasuk di antaranya Gigabyte GTX 560 Ti SOC.
  • Voltage Read Point

Voltage Read Point merupakan feature yang memungkinkan pengguna untuk memonitor voltase graphics card dengan menggunakan multimeter.

  • Gigabyte OC Guru

Gigabyte OC Guru merupakan sebuah aplikasi yang dirancang untuk digunakan dengan graphics card seri “Super Overclock”. Salah satu kegunaan aplikasi ini adalah sebagai tool overclocking graphics card seri “Super Overclock”.

NVIDIA GTX 560 Ti Feature

  • DirectX 11
  • NVIDIA 3DVision
  • NVIDIA 3DVision Surround
  • NVIDIA SLI
  • NVIDIA PhysX
  • NVIDIA CUDA
  • 32x Anti Aliasing
  • NVIDIA PureVideo HD
  • PCI Express 2.0
  • Dual-link DVI
  • HDMI 1.4a

Graphics card

Inilah graphics card Gigabyte GTX 560 Ti Super Overclock (SOC). Gigabyte GTX 560 Ti SOC dipersenjatai PCB non-reference Ultra Durable VGA Plus dan heatsink non-reference Windforce 2X.

Heatsink Windforce 2X dilengkapi empat buah heatpipe yang terbuat dari bahan tembaga.

Heatsink Windforce 2X dilengkapi dua buah kipas berdiameter 8 cm. Kipas pada Windforce 2X memiliki posisi yang unik karena tidak diletakkan pada posisi mendatar, melainkan pada posisi sedikit miring ke arah tengah graphics card.

Untuk mengukur temperatur kerja Gigabyte GTX 560 Ti SOC, kami pun menjalankan aplikasi Unigine Heaven 2.1 dan mendapatkan hasil seperti ini.

NVIDIA GTX 560 Ti

  • Full-load : 73 °C (fan speed 44 %)
  • Idle : 31 °C (fan speed 40 %)

Gigabyte GTX 560 Ti SOC

  • Full-load : 70 °C (fan speed 76 %)
  • Idle : 30 °C (fan speed 40 %)

Dengan spesifikasi clock lebih tinggi, ternyata Gigabyte GTX 560 Ti SOC memiliki temperatur kerja lebih rendah dibandingkan NVIDIA GTX 560 Ti reference. Heatsink Windforce 2X berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Apalagi kami hampir tidak mendengar suara bising walaupun dua buah kipas tersebut berputar pada kecepatan penuh.

Gigabyte GTX 560 Ti SOC tetap dilengkapi dua buah konektor power PCI-e 6-pin sama seperti pada NVIDIA GTX 560 Ti reference. Pastikan sistem Anda dilengkapi power supply 500 Watt sebelum menggunakan graphics card ini.

Gigabyte GTX 560 Ti SOC yang kami uji menggunakan memori merek Samsung. Cukup disayangkan Gigabyte tidak melengkapi chip memori dengan heatsink mengingat chip memori beroperasi pada clock lebih tinggi.

Setelah membalik posisi graphics card, akhirnya terlihat juga penampang belakang PCB Gigabyte GTX 560 Ti SOC. Sesuai dengan ciri khas Gigabyte, graphics card ini menggunakan PCB berwarna biru.

Masih pada sisi belakang PCB, pada sisi sebelah kiri PCB kami menjumpai sekumpulan lampu LED. Seluruh lampu LED akan menyala saat kondisi full-load. Sedangkan saat idle, hanya beberapa lampu LED yang akan menyala.

Pada sisi samping PCB, kami menjumpai beberapa titik solder yang merupakan feature Voltage Read Point.

Gigabyte GTX 560 Ti SOC dilengkapi chip Proadlizer buatan NEC Tokin. Chip ini bertugas mengoptimalkan suplai daya pada graphics card.  

Gigabyte GTX 560 Ti SOC menggunakan konektor PCI Express 2.0 x16.

Gigabyte GTX 560 Ti SOC dilengkapi sebuah konektor SLI untuk konfigurasi multi-GPU dengan menggunakan dua buah graphics card.

Gigabyte GTX 560 Ti SOC dilengkapi konektor display standar NVIDIA GTX 560 Ti yang terdiri dari dua buah port DVI dan sebuah port mini-HDMI. Pada paket penjualan, Gigabyte memberikan bonus sebuah kabel mini-HDMI to Full-size HDMI sehingga memudahkan user yang ingin menggunakan graphics card ini dengan monitor HDMI.

Platform Pengujian

Hasil Pengujian

Synthetic Benchmark

3DMark Vantage

Setting : Performance Preset; PPU Off

3DMark 11

Setting : Performance Preset

Unigine Heaven 2.1

Setting : 1920×1080; DirectX 11; High; AF x16, No-AA

First-person Shooter Game

Alien VS Predator

Setting : 1920×1080; DirectX 11; Texture Quality-Very High; Shadow Quality-High; SSAO-On; AF x16; No-MSAA

Crysis Warhead

Setting : 1920×1080; DirectX 10; Enthusiast Mode; No-AA

LEFT4DEAD 2

Setting : 1920×1080; Maximum Quality; AF-Trilinear; No-AA

Metro 2033

Setting : 1920×1080; DirectX 11; Very High; Advance DOF; No-Advance PhysX; AF x16; MSAA x4

Third-person Action/Shooter Game

Batman Arkham Asylum

Setting : 1920×1080; Quality Preset-Very High; No-AA

Just Cause 2

Setting : 1920×1080; Maximum Quality; V-Sync Off; AF x16; AA x4

Lost Planet 2

Setting : 1920×1080; DirectX 9 & 11; Motion Blur-On; Shadow Detail-High; Texture Detail-High; Rendering Level-High

Resident Evil 5

Setting :  1920×1080; DirectX 10; High Quality; Motion Blur-On; No-AA

Racing Game

DiRT 2

Setting : 1920×1080; DirectX 11; Quality Preset-Ultra; No-AA

Konsumsi Daya

Kesimpulan

 

Melanjutkan tradisi yang telah diciptakan oleh seri Super Overclock sebelumnya, tampaknya Gigabyte berhasil menciptakan graphics card berkinerja tinggi dengan ciri khas seri Super Overclock pada Gigabyte GTX 560 Ti SOC. Chip GPU pilihan yang dipadukan dengan komponen berkualitas menjadikan Gigabyte GTX 560 Ti SOC salah satu pilihan menarik bagi gamer/user yang sedang mengincar NVIDIA GTX 560 Ti. Ditambah lagi, Gigabyte GTX 560 Ti SOC telah dilengkapi clock lebih tinggi sehingga gamer/user dapat langsung menikmati kinerja NVIDIA GTX 560 Ti di atas rata-rata tanpa perlu bersusah payah melakukan overclocking.

Jika melihat kinerja secara keseluruhan, Gigabyte GTX 560 Ti SOC memiliki kinerja sekitar 19% lebih tinggi dibandingkan NVIDIA GTX 560 Ti reference di game tertentu. Bahkan, Gigabyte GTX 560 Ti SOC memiliki kinerja hampir mendekati kinerja NVIDIA GTX 570 yang memiliki harga lebih mahal. Kinerja kencang di resolusi gambar 1920×1080 menjadikan Gigabyte GTX 560 Ti SOC cocok dipasangkan dengan monitor yang memiliki resolusi gambar tersebut.

Selain memiliki kelebihan di sisi kinerja gaming, Gigabyte GTX 560 Ti SOC juga memiliki kelebihan lainnya pada sisi sistem pendinginan. Penggunaan heatsink Windforce 2X untuk graphics card ini ternyata merupakan pilihan tepat. Alasannya? Gigabyte GTX 560 Ti SOC memiliki temperatur kerja lebih rendah dibandingkan NVIDIA GTX 560 Ti dengan heatsink reference. Padahal Gigabyte GTX 560 Ti SOC memiliki spesifikasi clock lebih tinggi.

Secara keseluruhan, kami merasa puas dengan produk Gigabyte GTX 560 Ti SOC ini. Bonus kabel mini-HDMI to HDMI memang merupakan nilai tambah tersendiri pada paket penjualan. Jika Anda seorang overclocker, seri Super Overclock menawarkan berbagai feature yang dikhususkan untuk memanjakan Anda. Walaupun begitu, tentu saja user maupun gamer biasa tetap dapat menggunakan graphics card ini dan menikmati segala keunggulan yang ditawarkan graphics card ini.

Kelebihan

  • Kencang
  • Dingin
  • Dilengkapi komponen Ultra Durable VGA Plus
  • Bonus kabel mini-HDMI to Full-size HDMI
  • Suara kipas tergolong cukup hening

Kekurangan

  • Chip memori tidak dilengkapi heatsink

DATA TEKNIS

  • Chip : NVIDIA GTX 560 Ti
  • Interface : PCI Express 2.0 x16
  • Memory Size : 1024 MB
  • Core Clock : 950 MHz
  • Shader Clock : 1900 MHz
  • Memory Clock : 4580 MHz
  • Stream Prosesor : 384
  • D-Sub Output : Ada (Dengan Konverter DVI to D-Sub)
  • DVI Output : Ada (2 Buah)
  • HDMI Output : Ada (mini-HDMI)
  • Display Port Output : Tidak Ada
  • Memory Type : GDDR5
  • Memory Interface : 256-bit
  • Perlengkapan : User’s Manual, Warranty Card, Driver Disc, 2x Molex to 6-pin power converter, DVI to D-Sub display converter, dan mini-HDMI to HDMI Cable.

Source

Palit GeForce GTX 560 Sonic Platinum

Pasar graphics card kelas mainstream merupakan salah satu pasar yang menarik untuk selalu digarap. Salah satu buktinya adalah walaupun NVIDIA telah merilis graphics card desktop terkencang sekaligus termahal mereka, NVIDIA GTX 590 untuk kelas enthusiast, NVIDIA kembali membidik pasar graphics card kelas mainstream dengan senjata terbaru mereka. Senjata baru bernama NVIDIA GTX 560 ini akan bermain di level harga $200 atau mereka biasa menyebut level harga ini dengan “sweet-spot price point”.

NVIDIA GTX 560 ditargetkan untuk membidik gamer yang menginginkan graphics card kencang dengan harga yang tergolong pantas. Bermodalkan chip GF114 yang dipasangkan dengan memori 1 GB tipe GDDR5, NVIDIA GTX 560 dipersiapkan untuk menjalankan game dengan mulus di resolusi gambar 1920×1080 dengan 4x Anti-Aliasing. Selain itu, NVIDIA juga telah menyiapkan driver terbaru untuk NVIDIA GTX 560 guna menghadapi berbagai game terbaru terutama game berbasis NVIDIA PhysX.

Untuk level harga $200, sebenarnya NVIDIA GTX 560 hampir tidak memiliki lawan yang berasal dari produsen AMD. Namun jika harus memilih, kandidat terdekat dan terkuat adalah AMD HD 6870 yang dijual di kisaran harga terendah $219 (harga toko online). Salah satu kemungkinan yang dapat terjadi adalah AMD HD 6870 akan berhadapan dengan NVIDIA GTX 560 versi overclock yang biasanya dijual dengan harga lebih tinggi. Lalu, langkah apakah yang akan diambil pihak AMD? Apakah mereka akan merilis varian terbaru graphics card atau menurunkan harga AMD HD 6870?

Sambil menunggu langkah apa yang akan diambil, simaklah artikel/review pertama NVIDIA GTX 560 di Indonesia. Kali ini, kami akan menghadirkan NVIDIA GTX 560 dari produsen Palit yang bernama Palit GTX 560 Sonic Platinum. Palit tentu saja telah menyiapkan bumbu spesial untuk produknya kali ini.

NVIDIA GTX 560

GF114 “junior”

 

 

 

 

GF114

 

 

 

 

 

NVIDIA GTX 560 (non Ti) dipersenjatai chip GPU GF114. Seperti pernah kami sebutkan sebelumnya, chip GPU GF114 merupakan turunan dari chip GPU GF104 (NVIDIA GTX 460). NVIDIA telah melakukan optimalisasi hingga level transistor sehingga chip GPU GF114 memiliki performance/Watt yang lebih baik dibandingkan chip GPU GF104. Hasilnya, chip GPU GF114 dapat berjalan di clock lebih tinggi dengan tingkat konsumsi daya lebih rendah.

GF114 “junior”

Chip GPU GF114 pertama kali digunakan di graphics card NVIDIA GTX 560 Ti. Kini, NVIDIA kembali memercayakan chip GPU GF114 sebagai otak graphics card teranyar mereka NVIDIA GTX 560. Namun, tentu saja chip GPU GF114 “junior” ini memiliki perbedaan spesifikasi dengan chip GPU GF114 terdahulu.

Spesifikasi GF114 “junior”

Dibandingkan chip GPU GF114, chip GPU GF114 “junior” ini hanya dilengkapi 336 CUDA Cores (Stream Processor) dengan 56 buah Texture Units dan 32 buah ROP Units. Secara mengejutkan, ternyata spesifikasi ini mirip dengan spesifikasi chip GPU GF104 yang digunakan di graphics card NVIDIA GTX 460 1GB, kecuali di spesifikasi clock. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan tersendiri “apakah chip GPU GF114 junior ini merupakan chip GPU GF104 dengan spesifikasi clock lebih tinggi?”.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami pun mencoba membandingkan kinerja NVIDIA GTX 460 1 GB reference dengan kinerja NVIDIA GTX 560 di clock yang sama yaitu 675 MHz untuk clock core dan 3600 MHz untuk memory clock.

Seperti terlihat di grafik di atas, ternyata kinerja kedua graphics card ini kurang lebih sama.

Spesifikasi Clock

Sebenarnya, kami cukup bingung dengan spesifikasi clock reference NVIDIA GTX 560. Spesifikasi clock di tabel sebelumnya bukanlah spesifikasi clock reference NVIDIA GTX 560 melainkan spesifikasi clock produk Palit GTX 560 Sonic Platinum. Hingga saat ini, NVIDIA belum menyebutkan berapakah spesifikasi clock reference NVIDIA GTX 560. Melihat hal ini, kemungkinan NVIDIA akan membiarkan partner mereka untuk menentukan sendiri spesifikasi clock untuk produk mereka.

Seperti dapat Anda lihat do gambar di atas, masing-masing produsen merilis produk NVIDIA GTX 560 mereka di clock yang berbeda-beda. Setelah melihat beberapa variasi clock di gambar di atas, produk-produk NVIDIA GTX 560 kemungkinan akan dilengkapi dengan clock core di atas 800 MHz dengan memory clock di atas 4000 MHz.

NVIDIA GTX 560 Feature

  • Microsoft DirectX 11
  • NVIDIA 3DVision
  • NVIDIA 3DVision Surround
  • NVIDIA SLI
  • NVIDIA PhysX
  • NVIDIA CUDA
  • NVIDIA PureVideo HD
  • 32x Anti Aliasing
  • PCI Express 2.0 x16
  • Dual-link DVI-I
  • mini-Display Port

Palit GTX 560 Sonic Platinum

Untuk pengujian NVIDIA GTX 560 ini, kami menggunakan produk NVIDIA GTX 560 dari produsen Palit. Label “Sonic Platinum” menandakan bahwa ini adalah produk NVIDIA GTX 560 terkencang yang dikeluarkan produsen Palit. Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi clock core sebesar 900 MHz dengan memory clock sebesar 4200 MHz. Untuk setting clock seperti ini, Palit GTX 560 Sonic Platinum menggunakan voltase sebesar 1 Volt.

Graphics card

 

Inilah wujud graphics card Palit GTX 560 Sonic Platinum. Palit menggunakan model non-reference untuk produk NVIDIA GTX 560 mereka, baik di PCB maupun HSF yang digunakan. Jika Anda selalu menyimak review produk Palit terdahulu, tentu Anda tidak akan asing dengan model non-reference graphics card ini.

Setelah membuka tutup HSF, akhirnya kami dapat melihat komponen-komponen yang sebelumnya tersembunyi di balik tutup HSF.

Inilah heatsink yang bertugas mendinginkan chip GPU. Selain sirip-sirip yang terbuat dari bahan aluminium, heatsink ini juga dilengkapi dua buah heatpipe yang terbuat dari bahan tembaga.

Untuk membuang panas yang terkumpul di sirip-sirip alumunium, HSF ini dilengkapi sebuah kipas berdiameter 8 cm.

Untuk mengukur temperatur kerja graphics card ini, kami menjalankan aplikasi Unigine Heaven 2.1 dan mendapatkan hasil seperti ini.

Palit GTX 560 Ti Sonic Platinum

  • Full-load: 78 °C (fan speed: Auto @55%)
  • Idle: 31 °C (fan speed: Auto @30%)

Palit GTX 560 Sonic Platinum menggunakan chip memori GDDR5 dari produsen Samsung.

Yang satu ini adalah gambar penampang area komponen VRM graphics card.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi dua buah konektor power PCIe 6-pin. Posisi konektor power yang menghadap samping tentu akan memudahkan user saat akan memasang atau melepas konektor power terutama jika menggunakan casing komputer dengan ruang sempit.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi konektor PCIe standar NVIDIA GTX 560 yaitu PCI Express x16 versi 2.0. PCI Express x16 versi 2.0 mampu menyediakan bandwidth sebesar 64 Gbps bagi garphics card.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi sebuah konektor SLI untuk konfigurasi multi-GPU 2-way SLI dengan menggunakan, maksimal, dua buah NVIDIA GTX 560.

Palit GTX 560 Sonic Platinum dilengkapi konektor display yang berbeda dengan konektor display standar NVIDIA GTX 560. Konektor display graphics card ini terdiri dari:

  • 1x Dual-link DVI-I connector
  • 1x D-Sub connector
  • 1x Full-size HDMI connector

Beragamnya konektor display membuat graphics card ini tidak lagi membutuhkan konverter display di paket penjualan.

Sebagai sajian gambar terakhir, kami perlihatkan kepada Anda gambar Palit GTX 560 Sonic Platinum jika dilihat dari sisi atas dan sisi bawah.

Platform Pengujian

Hasil Pengujian

Synthetic Benchmark

3DMark Vantage

Setting: Performance Preset; PPU Off

3DMark 11

Setting: Performance Preset

Unigine Heaven 2.1

Setting: 1920×1080; DirectX 11; High; AF x16, No-AA

Real Game Benchmark

First-person Shooter Game

Alien VS Predator

Setting: 1920×1080; DirectX 11; Texture Quality-Very High; Shadow Quality-High; SSAO-On; AF x16; No-MSAA

Crysis Warhead

Setting: 1920×1080; DirectX 10; Enthusiast Mode; No-AA

LEFT4DEAD 2

Setting: 1920×1080; Maximum Quality; AF-Trilinear; No-AA

Metro 2033

Setting: 1920×1080; DirectX 11; Very High; Advance DOF; No-Advance PhysX; AF x16; MSAA x4

Third-person Action/Shooter Game

Batman Arkham Asylum

Setting: 1920×1080; Quality Preset-Very High; No-AA

Just Cause 2

Setting: 1920×1080; Maximum Quality; V-Sync Off; AF x16; AA x4

Lost Planet 2

Setting: 1920×1080; DirectX 9 & 11; Motion Blur-On; Shadow Detail-High; Texture Detail-High; Rendering Level-High

Resident Evil 5

Setting:  1920×1080; DirectX 10; High Quality; Motion Blur-On; No-AA

Racing Game

DiRT 2

Setting: 1920×1080; DirectX 11; Quality Preset-Ultra; No-AA

Konsumsi Daya

Kesimpulan

NVIDIA GTX 560

Jika Anda memperhatikan beberapa varian NVIDIA GTX 460 1 GB yang telah hadir di pasaran selama ini, mungkin graphics card ini terlihat kurang menarik karena beberapa varian NVIDIA GTX 460 1 GB telah mampu menembus clock core di atas 800 MHz. Terlebih lagi, graphics card ini memiliki spesifikasi chip GPU yang sama seperti NVIDIA GTX 460. Secara teoritis, seharusnya NVIDIA GTX 460 1 GB akan memiliki kinerja kurang lebih sama seperti kinerja NVIDIA GTX 560 dengan clock yang sama. Namun perlu diketahui, untuk mencapai clock setinggi itu, NVIDIA GTX 460 1GB membutuhkan suntikan daya lebih besar dibandingkan kondisi standar. Selain itu, kenaikan clock dan voltase graphics card tentu membuat graphics card bekerja dengan temperatur lebih tinggi.

Jika kita bandingkan dengan NVIDIA GTX 560, graphics card yang dipersenjatai chip GPU GF114 “junior” dapat dengan mudah berjalan dengan clock di atas 800 MHz. Bahkan, bukan tidak mungkin NVIDIA GTX 560 memiliki clock standar di atas 800 MHz. Jika melihat produk Palit GTX 560 Sonic Platinum (NVIDIA GTX 560 versi overclock) yang dapat berjalan di clock 900 MHz dengan menggunakan voltase 1 Volt, NVIDIA GTX 560 dengan clock di bawah 900 MHz seharusnya memiliki voltase lebih rendah. Tampaknya, NVIDIA GTX 560 akan menjadi kandidat kuat pengganti NVIDIA GTX 460 1 GB yang sempat menjadi graphics card incaran gamer seluruh dunia.

Palit GTX 560 Sonic Platinum

 

Kombinasi chip GPU GF114 “junior” dengan spesifikasi clock, PCB sekaligus HSF non-reference membuat Palit GTX 560 Sonic Platinum menjadi sebuah produk baru yang menarik di kelas mainstream. Terlebih lagi kata “Sonic Platinum” yang menandakan varian terkencang dari graphics card yang dikeluarkan produsen Palit. User maupun gamer yang mengincar produk ini tentu akan langsung menikmati kinerja NVIDIA GTX 560 di atas standar tanpa perlu bersusah payah melakukan overclocking.

Clock 900/4200 MHz ternyata membuat kinerja keseluruhan Palit GTX 560 Sonic Platinum begitu memuaskan. Game mampu dijalankan dengan mulus di resolusi gambar 1920×1080, bahkan di game DirectX 11 dengan penggunaan Tessellation secara intensif. Kinerja Palit GTX 560 Sonic Platinum mampu membayangi kinerja NVIDIA GTX 560 Ti.

Pengujian NVIDIA GTX 560 dengan driver terbaru Forceware 275.20 beta ternyata memperlihatkan sesuatu yang menarik. Kinerja di game PhysX terlihat lebih baik di driver terbaru ini. Bahkan, Palit GTX 560 Sonic Platinum mampu melampaui kinerja NVIDIA GTX 570 pada pengujian game dengan feature PhysX aktif. Tampaknya, driver terbaru ini ditujukan untuk menyambut beberapa game PhysX terbaru yang akan segera hadir ke pasaran. Apakah ini menandakan populasi game dengan feature PhysX akan semakin banyak?

Akhir kata, NVIDIA GTX 560/Palit GTX 560 Sonic Platinum merupakan sebuah varian/produk baru yang menarik di level harga $200 (versi overclock dijual lebih mahal). Gamer yang menginginkan graphics card bertenaga untuk bermain game dengan mulus di resolusi gambar 1920×1080 dengan setting kualitas gambar terbaik sepertinya wajib memasukkan graphics card ini dalam daftar keinginan mereka. Terlebih lagi NVIDIA GTX 560 merupakan NVIDIA GTX 500 termurah yang masih dapat diandalkan seorang gamer untuk memainkan berbagai game terbaru di setting resolusi dan kualitas gambar tersebut.

Kelebihan

  • Overclock out-of-the-box.
  • Kencang.
  • Jenis konektor display lengkap dan beragam.

Kekurangan

  • Temperatur cukup tinggi di kondisi load.

DATA TEKNIS

  • Chip: NVIDIA GTX 560
  • Interface: PCI Express 2.0 x16
  • Memory Size: 1024 MB
  • Core Clock: 900 MHz
  • Shader Clock: 1800 MHz
  • Memory Clock: 4200 MHz
  • Stream Prosesor: 336
  • D-Sub Output: ada (1 buah)
  • DVI Output: ada (1 buah)
  • HDMI Output: ada (Full-size HDMI)
  • Display Port Output: tidak ada
  • Memory Type: GDDR5
  • Memory Interface: 256-bit
  • Perlengkapan: Quick Installation Guide, Driver Disc, dan Molex to 6-pin power converter.

Source

Sparkle Calibre X560Ti Lite

Apabila Anda sudah mengenal dan mengetahui sejarah dari produk Calibre ini, tentu Anda tidak akan meragukan produk yang satu ini. Baik dari segi performa graphics card hingga kualitas yang mampu dihadirkannya. Produk kelas atas yang didesain Sparkle, yaitu Calibre X560Ti Lite ini, datang dengan dilengkapi solusi pendingin 3rd party, yaitu Accelero Twin Turbo Pro dari Arctic Cooling yang tentu saja sudah terbukti sebagai produsen HSF yang andal. Sedangkan “dapur pacu” dari Calibre X560Ti Lite ini sudah ditingkatkan hingga 950 MHz untuk Core Clock dan 4604 MHz (efektif) untuk Memory Clock dan angka Pre-OC yang tergolong cukup tinggi. Kami perkirakan, hal tersebut akan memberikan peningkatan performa yang sangat signifikan. Calibre sendiri merilis 2 tipe dari X560Ti ini, yaitu versi Lite yang akan kami review kali ini, dan X560Ti non-Lite yang sudah digenapkan Core Clocknya menjadi 1GHz. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita lihat penampakan dari produk Calibre ini berikut.

NVIDIA GTX 560 Ti Feature

  • Microsoft DirectX 11
  • NVIDIA 3DVision
  • NVIDIA 3DVision Surround
  • NVIDIA SLI
  • NVIDIA PhysX
  • NVIDIA CUDA
  • NVIDIA PureVideo HD
  • 32x Anti Aliasing
  • PCI Express 2.0 x16
  • Dual-link DVI-I
  • mini-HDMI

Spesifikasi

Graphics card

Inilah wujud dari Calibre X560Ti Lite. Perpaduan warna hitam dan ungu di kedua fan yang digunakan tampak cukup kontras dan terlihat menarik.

Accelero TwinTurbo Pro inilah yang bertugas untuk menjaga suhu GPU dari graphics card ini dengan total empat buah heatpipe yang mengalirkan panas menuju sirip-sirip heatsink diatasnya.

Untuk mengukur temperatur kerja graphics card ini, kami pun menjalankan aplikasi Unigine Heaven 2.1 dan mendapatkan hasil seperti ini.

Calibre X560Ti Lite

  • Full-load : 69 °C (fan speed Auto)
  • Idle : 29 °C (fan speed Auto)

Suhu yang terbilang cukup dingin, mengingat graphics card ini sudah ditingkatkan spesifikasinya.

Chip memory yang digunakan graphics card ini berasal dari pabrikan Samsung, walaupun tidak dilengkapi pendingin tambahan chip memori ini sudah mendapat semburan angin dari atas.

Dua buah konektor 6-pin sebagai daya utama yang diperlukan untuk menjalankan graphics card ini. Terlihat juga bagian VRM sudah terlindungi dengan baik.

Tampak atas graphics card. Terlihat graphics card ini akan memakan hingga tiga buah slot baik pada motherboard maupun casing. Tentu saja akan sangat menyulitkan bagi user yang ingin menggunakan konfigurasi SLI untuk graphics card ini.

Display output yang tersedia antara lain 2xDVI-D dan satu buah mini HDMI yang juga sudah disertakan berikut dengan kabelnya.

Tampak penampang belakang PCB yang berwarna coklat gelap.

Platform Pengujian

Hasil Pengujian

Synthetic Benchmark

3DMark Vantage


Setting : Performance Preset; PPU Off

3DMark 11

Setting : Performance Preset

Unigine Heaven 2.1

Setting : 1920×1080; DirectX 11; High; AF x16, No-AA

 

Real Game Benchmark

First-person Shooter Game

Alien VS Predator

Setting : 1920×1080; DirectX 11; Texture Quality-Very High; Shadow Quality-High; SSAO-On; AF x16; No-MSAA

Crysis Warhead

Setting : 1920×1080; DirectX 10; Enthusiast Mode; No-AA

LEFT4DEAD 2


Setting : 1920×1080; Maximum Quality; AF-Trilinear; No-AA

Metro 2033

Setting : 1920×1080; DirectX 11; Very High; Advance DOF; No-Advance PhysX; AF x16; MSAA x4

 

Third-person Action/Shooter Game

Batman Arkham Asylum


Setting : 1920×1080; Quality Preset-Very High; No-AA

Just Cause 2


Setting : 1920×1080; Maximum Quality; V-Sync Off; AF x16; AA x4

Lost Planet 2


Setting : 1920×1080; DirectX 9 & 11; Motion Blur-On; Shadow Detail-High; Texture Detail-High; Rendering Level-High

Resident Evil 5

Setting :  1920×1080; DirectX 10; High Quality; Motion Blur-On; No-AA

Racing Game

DiRT 2

Setting : 1920×1080; DirectX 11; Quality Preset-Ultra; No-AA

Konsumsi Daya


Kesimpulan

 

Sama seperti produk Calibre GTX 580 yang pernah kami review sebelumnya, Calibre X560Ti Lite dengan chip NVIDIA GTX 560 Ti ini memberikan kesan yang tidak jauh berbeda bagi kami. Kombinasi HSF Accelero Twin Turbo Pro dan penggunaan spesifikasi Pre-OC yang digunakan pada Calibre X560Ti Lite ini mampu menjadikan produk ini terlihat sangat menarik.

Dari sisi performa yang diberikan, graphics card ini bahkan mampu membayangi performa dari GTX 570 yang setingkat lebih tinggi, dengan perbedaan yang tidak terlalu jauh pada beberapa pengujian yang kami lakukan. Di tingkat resolusi Full HD 1920×1080 dan detail “mentok kanan”, hampir semua game mampu di-render dengan frame rate yang nyaman untuk dimainkan.

Berkat penggunaan HSF 3rd party Accelero Twin Turbo Pro dari Arctic Cooling, graphics card ini mampu bekerja dengan suhu yang relatif dingin dalam keadaan idle dan juga full load, walaupun faktanya GPU clock dari graphics card ini sudah ditingkatkan hingga 128 MHz lebih tinggi dari spesifikasi reference. Namun sebagai harga yang harus dibayar, graphics card ini memakan tiga buah slot pada motherboard yang nantinya akan menyulitkan bagi user yang berencana menggunakan konfigurasi SLI/multi GPU.  Sedangkan untuk daya, graphics card ini  menggunakan sekitar 50 watt lebih tinggi dibandingkan GTX 560Ti reference dalam keadaan full load.

Kami mencoba menggenapkan CoreClock Calibre X560Ti Lite ini menjadi 1GHz seperti varian non-Lite yang dimiliki Calibre. Ternyata hal tersebut cukup mudah dan stabil dilakukan tanpa diperlukan penambahan voltase lebih tinggi lagi. Secara keseluruhan kami sangat puas pada produk Calibre yang satu ini.

Kelebihan

  • Pre-OC cukup tinggi.
  • Kencang.
  • HSF non-reference Accelero TwinTurbo Pro.
  • Dingin.
  • Bonus kabel mini-HDMI to HDMI.

Kekurangan

  • Ukuran graphics card yang menghabiskan 3-slot.
  • Daya load sedikit lebih tinggi.

DATA TEKNIS

  • Chip: NVIDIA GTX 560
  • Interface: PCI Express 2.0 x16
  • Memory Size: 1024 MB
  • Core Clock: 950 MHz
  • Shader Clock: 1900 MHz
  • Memory Clock: 4604 MHz
  • Stream Prosesor: 384
  • D-Sub Output: ada (dengan konverter DVI to D-Sub)
  • DVI Output: ada (2 buah)
  • HDMI Output: ada (mini-HDMI)
  • Display Port Output: tidak ada
  • Memory Type: GDDR5
  • Memory Interface: 256-bit
  • Perlengkapan: Quick Start Guide, Driver Disc, Molex to 6-pin power converter, DVI to D-Sub display converter, dan mini-HDMI to Full-size HDMI Cable.

Source

Foxconn Launches Performance-centric Z68A-S

Lucid Virtu GPU Virtualization— dynamic switching between built-in processor graphics and high-end 3D performance discrete graphics cards

Taipei, Taiwan, May 13, 2011 –Today Foxconn introduces the Z68A-S an Intel Z68 chipset based motherboard supporting Intel 2nd generation Sandy Bridge processors and specially designed for advanced gamers and overclocking fans.
Foxconn’s Z68A-S motherboard is a full featured motherboard that supports both built-in graphics and external overclocking using the Intel Sandy Bridge processors.

Never before have you been able to dynamically switch between onboard and discrete graphics but with Lucid Virtu GPU Virtualization you can. Virtu analyzes your system usage and automatically switches to your discrete graphics card when playing 3D games and then back to onboard graphics for less demanding 2D applications. Simply put, discrete graphics power when you need it and power savings when you don’t.

Intel Smart Response Technology— enabling SSD like performance with HDD capacity

The solid-state drive (SSD) cache helps to speed up your system by copying your most commonly used applications to an SSD cache for quicker access and load times. The SSD cache tech combines the benefits of SSD speed and traditional hard drive storage capacity while also reducing energy consumption.

CPU TURBO boost and K series CPU — Unlock the multiplier

The latest “K” series of CPUs are specifically designed for the enthusiasts who wish to get the most from their systems and not be bound by a motherboard that can’t reach a high BCLK. The K Series CPUs feature an unlocked multiplier allowing users to overclock safely regardless of motherboard limitations. Intel® Turbo Boost Technology will automatically allow processor cores to run faster than the base operating frequency if it’s operating below power, current, and temperature specification limits.

SuperSpeed USB3.0

USB 3.0 introduces full duplex data transfer, providing realistic transfer rates of around 3,200 Mbits/s or 3.2 Gbits/s. USB 3.0 also supports idle, sleep, and suspend states, as well as link-, device-, and function-level power management.

100% Japanese solid capacitors -Ultra reliability

With an average lifespan of 50,000 hours, these solid capacitors provide the stability, reliability and longevity essential to meet the power needs of high-end processors and other components running today’s most demanding applications and games.

Spec Table

Chipset ·Z68
CPU ·Supports LGA1155 for Intel Sandybridge series CPU
Memory
·Supports 4x 240-pin DIMM of DDR3 SDRAM.
–Black/yellow
·Supports 16GB memory size.
·Supports DDR3 2133(oc)/1866(oc)/1600(oc)/1333/1066 memory architecture
Slots ·1 x PCI Express 2.0 x16 slots. (1×16)—Yellow
·2 x PCI Express x1 slot.–Black
·3 x PCI slot-Black
Audio+Lan ·Audio chip
- Support 8 channel audio (colay 6 channel)
- Compliant with HDA interface.
·Lan Chip
- Support GbE Fast Ethernet
USB ·Supports 14 x USB2.0 ports (rear panel x6, pin header x4 support 8 ports)
- Transfer rate is up to 480mbps.
·Supports 2 USB 3.0 ports
Storage ·SATAII controller integrated
- Up to 300MB/sec transfer speed.
- Support 3 internal SATAII devices. –> Black
·SATA3 controller integrated
- Up to 600MB/sec transfer speed.
- Support 2 internal SATA3 devices. –> Yellow
·1x E-SATAII ports
Form Factor ATX form factor 12 inch x 8.8 inch – 4 layers PCB

Source

Gigabyte Z68X-UD3H-B3

Di awal 2011, Intel memperkenalkan platform komputer desktop terbaru mereka yang menggabungkan prosesor Intel Sandy Bridge dan chipset Intel seri 6. Jika ditanya mengenai kinerja, platform terbaru ini mampu menghasilkan kinerja lebih kencang dibandingkan platform terdahulu (Intel Lynnfield & Clarkdale + chipset Intel seri 5) dengan harga yang tidak mencekik kantong. Platform terbaru ini juga menawarkan berbagai feature unggulan yang tidak ditemukan di platform terdahulu, seperti Intel QuickSync, AVX, dan lain-lain. Dengan berbagai kelebihan tersebut, tentu saja platform terbaru ini menjadi incaran utama user komputer di seluruh dunia.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, ternyata Intel tidak tinggal diam dan merilis chipset terbaru yaitu Intel Z68. Chipset Intel Z68 sebenarnya merupakan jawaban dari Intel untuk mengatasi beberapa kendala yang ditemui di chipset Intel P67, Intel H67, dan Intel H61. Beberapa kendala tersebut adalah kemampuan overclocking prosesor yang terbatas atas chipset Intel H6X dan tidak dapat digunakannya feature Intel Quick Sync saat menggunakan chipset Intel P67.

Chipset Intel Z68 sendiri dapat dikatakan sebagai chipset hasil kombinasi Intel P67 dan Intel H67. Dengan chipset Intel Z68, prosesor tetap dapat di overclock walaupun graphics card onboard (Intel HD 2000 dan HD 3000) dalam kondisi aktif. Selain itu, feature Intel Quick Sync kini juga dapat diaktifkan walaupun menggunakan graphics card add-on dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga, VIRTU, buatan LucidLogix. Dengan berbagai keunggulan tersebut, bagaimakah nasib chipset Intel seri 6 terdahulu? Apakah akan ditinggalkan?

Sambil melihat perkembangan yang terjadi, tidak ada salahnya mmebaca review motherboard chipset Intel Z68 yang datang dari produsen Gigabyte yaitu Z68X-UD3H-B3.

Chipset Intel Z68

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita lihat terlebih dahulu blok diagram chipset Intel Z68. Feature Intel Z68 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan chipset Intel seri 6 terdahulu. Akan tetapi, terdapat beberapa feature terbaru yang saat ini hanya ada di chipset Intel Z68 seperti Intel Smart Response Technology (ISRT). Feature ISRT memungkinkan sebuah HDD menggunakan SSD sebagai chace. Salah satu keuntungan yang didapatkan adalah kinerja HDD yang lebih baik dibandingkan kinerja HDD pada umumnya. Untuk penjelasan lebih jauh tentang feature unggulan Intel Z68, Anda dapat melihatnya di artikel ini.

 

GIGABYTE Z68X-UD3H-B3

Yap! Mari kita mulai review Gigabyte Z68X-UD3H-B3.

Spesifikasi

 

Gigabyte Unique Feature

Seperti motherboard keluaran Gigabyte lainnya, Gigabyte Z68X-UD3H-B3 telah dilengkapi berbagai feature khas produsen ini.

  • New 100% Hardware VRD 12 Compliant CPU Power Design
  • Driver MOSFETs
  • @BIOS
  • Q-Flash
  • Xpress BIOS Rescue
  • Download Center
  • Xpress Install
  • Xpress Recovery2
  • EasyTune
  • Dynamic Energy Saver™ 2
  • Smart 6™
  • Auto Green
  • eXtreme Hard Drive (X.H.D)
  • ON/OFF Charge
  • Q-Share
  • Cloud OC
  • Hotkey OC
  • Touch BIOS
  • DualBIOS 3TB+ HDD Support
  • 333 Onboard Acceleration
  • Dolby Home Theater

Gigabyte Touch BIOS

Gigabyte memperkenalkan feature terbaru di jajaran motherboard chipset Intel Z68 mereka. Feature yang dinamakan Gigabyte Touch BIOS ini memungkinkan user untuk mengatur, mengubah, dan menyimpan setting BIOS melalui aplikasi Touch BIOS. Aplikasi ini berjalan di sistem operasi Windows. Selain keunggulan tersebut, sesuai dengan namanya, jika Anda menggunakan layar sentuh, Anda dapat berinteraksi dengan aplikasi ini dengan sentuhan jari. Jika tidak menggunakan layar sentuh, interaksi dilakukan dengan menggunakan mouse. Untuk lebih jelas tentang feature Touch BIOS, simak video di bawah ini.

Kemasan dan Paket Penjualan

Sebelum melihat wujud motherboard, mari kita melihat terlebih dahulu wujud dan desain kemasan produk ini.

Inilah kemasan produk Gigabyte Z68X-UD3H-B3. Tema warna hitam tampaknya menjadi tema baru produk-produk terbaru motherboard Gigabyte. Penjelasan berbagai feature motherboard ini dapat Anda temukan di sisi belakang kemasan.

 

Paket penjualan yang disertakan bersama motherboard terdiri dari:

  • User’s Manual
  • Multilingual Installation Guidebook
  • Driver disc
  • “Gigabyte” and “Dolby Home Theater” sticker
  • “Warning” leaflet
  • 4x SATA Cables
  • Backpanel I/O Shield
  • 1x 2-way SLI Bridge

Warna hitam di kabel SATA dan SLI Bridge membuat komponen ini terlihat lebih elegan.

 

Motherboard

 

Inilah wujud motherboard Gigabyte Z68X-UD3H-B3. Motherboard ini menggunakan faktor bentuk ATX dengan ukuran 30.5cm x 24.4cm.

Gigabyte Z68X-UD3H-B3 telah menggunakan komponen berkualitas yang terangkum dalam feature Ultra Durable 3 ala Gigabyte. Motherboard dengan feature Ultra Durable 3 telah menggunakan komponen-komponen berkualitas, seperti 2oz Copper PCB, Japanese Solid Capasitor, Lower RDS(on) Mosfet, dan Ferrite Core Choke.

Sudah puas melihat-lihat bentuk motherboard Gigabyte Z68X-UD3H-B3, kami akan menyuguhkan komponen-komponen yang ada di motherboard ini.

Port-port yang kami jumpai di bagian backpanel:

  • 1 x PS/2 keyboard/mouse port
  • 1 x D-Sub port
  • 1 x DVI-D port
  • 1 x optical S/PDIF Out connector
  • 1 x HDMI port
  • 1 x DisplayPort
  • 4 x USB 2.0/1.1 ports
  • 1 x IEEE 1394a port
  • 1 x eSATA 3Gb/s connector
  • 2 x USB 3.0/2.0 ports
  • 1 x RJ-45 port
  • 6 x audio jacks (Center/Subwoofer Speaker Out/Rear Speaker Out/Side Speaker Out/Line In/Line Out/Microphone

Fungsi USB 3.0/2.0 di backpanel disediakan oleh chip EtronTech ini. Di dekatnya terdapat “CPU fan header” dan “front panel audio header”.

Tepat berada di belakang port backpanel, terdapat sebuah konektor power 8-pin yang bertugas memberikan suplai daya ke prosesor.

Gigabyte menggunakan chip Realtek RTL8111E (chip sebelah kiri) untuk solusi ethernet dan chip Realtek ALC889 (chip di bagian tengah) untuk solusi audio.

Slot ekspansi Gigabyte Z68X-UD3H-B3 terdiri dari dua buah slot PCIe x16, tiga buah slot PCIe x1, dan dua buah slot PCI. Konfigurasi multi-GPU yang didukung motherboard ini adalah 2-way CrossfireX dan 2-way SLI dengan menggunakan masing-masing, maksimal, dua buah graphics card. Saat menggunakan konfigurasi multi-GPU, setiap slot PCIe x16 akan berjalan dengan kecepatan x8. Di tengah-tengah slot ekspansi terdapat baterai CMOS.

Tepat di sebelah slot PCI kedua, terdapat beberapa konektor:

  • 1 x front panel header
  • 4 x USB 2.0/1.1 headers
  • 1 x USB 3.0/2.0 header
  • 1 x IEEE 1394a header
  • 1 x serial port header

Fungsi USB 3.0/2.0 di konektor di atas disediakan oleh chip EtronTech.

Di sisi sebelah kanan motherboard terdapat dua buah port SATA III dan SATA II yang disediakan oleh chipset Intel Z68, sedangkan di sebelah kiri adalah port SATA III yang disediakan chipset Marvell 88SE9172.

Heatsink berwarna abu-abu ini bertugas mendinginkan chipset Intel Z68.

Gigabyte Z68X-UD3H-B3 dilengkapi empat buah slot memori tipe DDR3 yang dapat menampung memori hingga kapasitas 32 GB (4x 8 GB). Tepat di sebelah slot memori terdapat “TPM (Trusted Platform Module) header” dan konektor power 24-pin. Di kondisi tertentu, penggunaan satu jenis warna di slot memori terkadang membuat user kebingungan saat akan memasang dua buah memori untuk konfigurasi dual-channel. Walaupun begitu, kendala ini dapat diatasi dengan melihat tulisan yang tertera di PCB motherboard atau dengan membaca buku manual.

Soket prosesor LGA1155 motherboard Gigabyte Z68X-UD3H-B3 dengan tujuh buah Ferrite Core. Gigabyte telah menggunakan komponen Driver MOSFETs untuk komponen VRM motherboard. Selain itu, motherboard ini juga telah menggunakan “Intersil PWM controller”.

Tidak jauh dari soket prosesor terdapat dua buah chip BIOS. Dua buah chip BIOS menandakan motherboard ini mendukung feature DualBIOS. Selain itu, BIOS yang digunakan motherboard ini sudah mendukung penggunaan HDD dengan kapasitas 3 TB atau lebih.

CPU-Z Screenshot

 

Platform Pengujian

 

Hasil Pengujian

Blender 2.56

*Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Cinebench R11.5

*Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik.

Excel 2010 – Montecarlo

* Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

FastStone PhotoResizer

*Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

MediaEspresso 6.5

*Video Source: 1920×800; MPEG4; 2 min 16 sec

*Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Photoshop CS5

Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

WinZip 15

Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

PCMark Vantage

*Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik.

3DMark Vantage

*Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik.

 

LEFT4DEAD 2

Setting: No-AA; AF-Bilinear; Low Quality

Resident Evil 5

Setting: Low Quality; Motion Blur-Off; No-AA

 

Konsumsi Daya

 

Kesimpulan

Gigabyte kembali berhasil menghadirkan motherboard dengan ciri khas mereka yang kuat di produk Gigabyte Z68X-UD3H-B3. Kombinasi chipset Intel terbaru yang dikombinasikan dengan feature unggulan Gigabyte seperti Ultra Durable 3, DualBIOS dan setumpuk feature lainnya menjadikan motherboard ini salah satu pilihan menarik bagi user yang akan membangun sistem dengan platform Sandy Bridge.

Di antara setumpuk feature tersebut, Gigabyte Touch BIOS merupakan salah satu feature baru yang menarik. Hadirnya feature ini tentu dapat mengurangi rasa takut user awam yang ingin mencoba mengutak-atik feature BIOS. Selain itu, feature ini juga memudahkan user untuk mengubah setting BIOS tanpa perlu bersusah payah di “rimba layar biru”. Apalagi interface aplikasi ini juga tergolong mudah digunakan.

Feature melimpah ternyata diimbangi juga dengan kinerja motherboard yang tergolong kencang. Seluruh kemampuan prosesor Intel i7 2600K yang kami gunakan mampu dikerahkan seluruhnya oleh motherboard berwarna hitam ini. Apalagi, chipset Intel Z68 mampu mengatasi berbagai kendala yang terjadi di chipset Intel seri 6 terdahulu. Selain itu, chipset Intel Z68 juga menawarkan feature terbaru seperti Intel Smart Response Technology yang mampu mendongkrak kinerja HDD mekanik dengan menambahkan sebuah SSD. Jika Anda gemar melakukan transcoding video namun tetap ingin menggunakan graphics card add-on, hadirnya feature VIRTU merupakan keuntungan tersendiri karena feature Intel Quick Sync kini tetap dapat aktif walaupun graphics card add-on sedang aktif. Seperti yang kita ketahui, feature Intel Quick Sync mampu memberikan peningkatan kinerja yang signifikan saat men-transcode video.

Secara keseluruhan, Gigabyte Z68X-UD3H-B3 merupakan produk yang menarik. Walaupun Gigabyte Z68X-UD3H-B3 bukanlah “top-line” motherboard Gigabyte chipset Intel Z68, motherboard ini tetap mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Kelebihan

  • Feature lengkap dan melimpah.
  • Menu BIOS lengkap.
  • Gigabyte Touch BIOS.
  • Kinerja kencang.

Kekurangan

  • Penggunaan satu jenis warna di slot memori terkadang membuat user bingung.

 

ASUS P8Z68-V Pro

Tahun ini menjadi saat yang cukup sibuk bagi Intel. Pasalnya, setelah memperkenalkan prosesor Sandy Bridge serta platform dalam bentuk P67,H67, dan H61, Intel menambah satu lagi chipset baru, yaitu chipset Z68! Sekadar informasi, platform Z68 merupakan kulminasi dari chipset seri 6 yang telah dihadirkan Intel. Lalu, apa saja yang dapat Anda temukan dalam chipset ini? Mari kita simak bersama!

Chipset terbaru dari Intel ini hadir dengan berbagai feature yang telah lama ditunggu pengguna Sandy Bridge. Wajar saja, banyak sekali harapan yang disandarkan di bahu Z68 mengingat ia adalah titik puncak dari chipset seri 6. Apakah chipset ini mampu memenuhi harapan tersebut? Pengujian yang akan Anda temukan dalam review ini akan membuktikannya! Sebagai hidangan pembuka, ada baiknya Anda menyimak terlebih dahulu beberapa feature terbaru dari Z68.

Kemampuan Overclocking CPU Dan GPU

Apakah Anda masih ingat kendala yang ditemui ketika akan meng-overclock Sandy Bridge? Anda harus menggunakan motherboard dengan chipset P67 untuk meng-overclock processor. Namun, ada satu kelemahannya: Anda tidak bisa meng-overclock GPU internal Sandy Bridge ketika menggunakan chipset ini! Begitu pula sebaliknya. Ketika Anda ingin meng-overclock internal GPU, Anda harus menggunakan chipset H67. Akan tetapi, masalah yang sama juga terjadi di chipset ini, yaitu Anda tidak dapat meng-overclock prosesor! Hal ini tentu saja menjadi sebuah dilema bagi penggunanya. Anda harus memilih antara memaksimalkan kemampuan processor atau GPU. Kini, Anda tidak perlu khawatir lagi karena chipset Z68 berhasil memecahkan dilema tersebut.

Di platform terbaru ini, kedua fungsi overclocking tersebut diaktifkan. Jadi, Anda dapat memaksimalkan kinerja kedua komponen tersebut demi tercapainya sebuah sistem yang Anda idamkan. Feature ini tentunya menjadi kabar baik bagi para overclocker yang selalu berusaha memacu sistemnya hingga batas tertinggi.

Baiklah, tanpa banyak basa-basi lagi kami akan mencoba membuktikan kemampuan terbaru dari chipset Z68 ini. Di tes ini kami meng-overclock processor testbed Core i7 2600K. Berikut hasil yang kami dapatkan.

CPU-Z Standard

CPU-Z Hasil Overclocking

Peningkatan yang cukup signifikan dapat Anda lihat di CPU-Z setelah prosesor di-overclock. Sebetulnya, di saat bersamaan kami juga telah meng-overclock internal GPU dari prosesor ini. Sayangnya, software yang biasa kami gunakan untuk mendeteksi clock GPU masih tidak dapat bekerja dengan baik untuk mendeteksi kinerja GPU dari Sandy Bridge.

Untuk dapat mengetahui lebih jelas hasil overclock ini, kami melakukan beberapa pengujian melalui benchmark yang dapat Anda temukan di bagian hasil pengujian.

VIRTU

Salah satu dilema terbesar bagi pengguna P67 adalah tidak dapat diaktifkannya feature QuickSync di motherboard akibat penggunaan graphic card terpisah. Kondisi ini langsung menonaktifkan fungsi internal GPU dari Sandy Bridge. Hal ini tentunya cukup menyebalkan, mengingat fungsi QuickSync sangat berguna ketika ingin transcode video. Anda pastinya menyadari bahwa Quicksync dapat memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi ini. Satu-satunya cara untuk menggunakan fungsi ini adalah menggunakan H67 dengan internal GPU saat transcode. Apabila Anda membutuhkan kinerja GPU lebih besar, misalnya ketika ingin bermain game, Anda baru menancapkan graphic card terpisah. Anda tentu setuju bahwa cara ini sangat tidak praktis dan merepotkan.

Solusi yang dihadirkan chipset Z68 datang dari pihak ketiga. Apakah Anda masih ingat Lucid? Bantuan dari Lucid hadir dalam bentuk software bernama Virtu. Software ini bertugas mengaktifkan GPU internal Sandy Bridge bahkan saat tertancapnya graphic card terpisah. Kini Anda dapat mengaktifkan graphic internal Sandy Bridge kapan saja!

Virtu dalam posisi ON.

Gambar di atas adalah keadaan ketika Virtu dalam keadaan aktif. Seperti yang dapat Anda lihat, graphic card yang terdeteksi adalah GPU internal Sandy Bridge. Terlihat pula bahwa operasi transcode yang terjadi menggunakan fungsi akselerasi QuickSync!

Virtu dalam posisi OFF dan CUDA: ON.

Berikut keadaan ketika Virtu dimatikan. Saat ini, operasi transcode dapat menggunakan akselerasi CUDA yang tersedia di graphic card terpisah.

Intel Smart Response Technology

Feature menarik lain yang diperkenalkan Intel di chipset terbarunya adalah Intel Smart Response Technology. Apakah fungsi dari feature ini? Ternyata, feature ini merupakan fasilitas SSD Caching yang ditawarkan bagi pengguna desktop. Fasilitas ini memang bukan sebuah teknologi baru karena ia telah digunakan secara luas di teknologi server. Apakah Anda tahu arti dari SSD Caching? Feature ini membantu Anda untuk menggunakan SSD sebagai cache dari drive utama. Tujuan utama dari cache adalah untuk mempercepat kinerja sistem dengan cara menjadi penampungan sementara untuk data yang sering diproses. Dengan adanya SSD Caching, Anda tidak perlu bingung memilih antara kecepatan SSD atau kapasitas Hard Drive. Walaupun cepat, salah satu kendala terbesar penggunaan SSD adalah harganya yang masih relatif mahal sesuai dengan kapasitasnya. Sedangkan harga hard drive makin lama makin murah untuk ukuran yang besar sekalipun. Sayangnya, kecepatan hard drive dalam proses data tentu saja tidak seperti SSD. Mungkin Anda berargumen bahwa lebih mudah membeli SSD untuk dijadikan operating system dan hard drive berkapasitas besar untuk menyimpan data. Kendala timbul kala Anda menyadari berapa besar space yang dibutuhkan untuk menyimpan operating system beserta penunjangnya. Apakah 30 GB cukup? Hanya SSD berukuran itulah yang harganya masih berada di bawah Rp1 juta. Dengan menggunakan solusi SSD Caching, Anda dapat meningkatkan performa sistem hanya dengan menggunakan SSD 30 GB saja!

Kekurangan utama dari SSD Caching adalah Anda harus mengorbankan ruang dalam SSD hanya untuk cache. Ruangan ini tidak dapat Anda gunakan untuk menyimpan data dalam bentuk apa pun. Dasarnya, Anda mengorbankan sedikit space dalam SSD untuk menjadi cache drive.

Katakanlah Anda ingin menggunakan feature ini. Lalu, bagaimana cara mengaktifkan fasilitas ini? Berikut panduan singkat untuk menggunakannya!

Untuk mengaktifkan fasilitas ini, Anda perlu meng-install Intel Rapid Storage Technology (IRST). Pilih “Enable Acceleration.”

Kemudian, akan muncul pilihan jumlah space yang akan Anda gunakan untuk cache beserta pilihan mode akselerasi.

Setelah melewati langkah tersebut, Anda akan diminta untuk me-restart sistem. Kini Anda telah siap menggunakan Intel Smart Response Technology!

Perlu diiingat bahwa untuk menggunakan fasilitas ini Anda harus mengatur mode storage Anda ke RAID dalam BIOS sehingga SSD bisa digunakan sebagai cache.

Sebelum kami menguji semua feature baru dari Z68, ada baiknya Anda mengetahui mengenai motherboard yang dijadikan testbed pengujian. Motherboard yang kami gunakan adalah ASUS P8Z68-V Pro. Seperti apakah penampilan dari Z68 ASUS? Berikut sedikit ulasannya.

Spesifikasi

CPU Intel® Socket 1155 The 2nd Generation Core™ i7/Core™ i5/Core™ i3 Processors
Supports Intel® 32 nm CPU
Supports Intel® Turbo Boost Technology 2.0
* Refer to www.asus.com for CPU support list
Chipset Intel® Z68
Memory 4 x DIMM, Max. 32 GB, DDR3 2200(O.C.)/2133(O.C.)/1866(O.C.)/1600/1333/1066 Hz Non-ECC, Un-buffered Memory
Dual Channel Memory Architecture
Supports Intel® Extreme Memory Profile (XMP)
* Hyper DIMM support is subject to the physical characteristics of individual CPUs.
* Refer to www.asus.com or user manual for the Memory QVL (Qualified Vendors Lists).
* Due to CPU behavior, DDR3 2200/2000/1800 MHz memory module will run at DDR3 2133/1866/1600 MHz frequency as default.
Graphic Integrated Graphics Processor
Multi-VGA output support : HDMI/DVI/RGB ports
- Supports HDMI with max. resolution 1920 x 1200 @ 60 Hz
- Supports DVI with max. resolution 1920 x 1200 @ 60 Hz
- Supports RGB with max. resolution 2048 x 1536 @ 75 Hz
Maximum shared memory of 1748 MB
Multi-GPU Support Supports NVIDIA® Quad-GPU SLI™ Technology
Supports AMD® Quad-GPU CrossFireX™ Technology
Expansion Slots 2 x PCIe 2.0 x16 (x16 or dual x8)
1 x PCIe 2.0 x16 (x4 mode, black) *1
2 x PCIe x1
2 x PCI
Storage Intel® Z68 chipset:
2 x SATA 6 Gb/s port(s), gray
4 x SATA 3 Gb/s port(s), blue
Support Raid 0, 1, 5, 10
Support Intel® Smart Response Technology
Marvell® PCIe SATA 6 Gb/s controller: *2
2 x SATA 6 Gb/s port(s), navy blue
JMicron® JMB362 controller: *2
1 x eSATA 3G port(s), red
LAN Intel® 82579, 1 x Gigabit LAN Controller
Bluetooth Bluetooth V3.0+EDR
ASUS BT GO! Utility
Audio Realtek® ALC 892 8-Channel High Definition Audio CODEC
- Supports: Jack-detection, Multi-streaming, Front Panel Jack-retasking
Audio Feature:
- Absolute Pitch 192 kHz/24-bit True BD Lossless Sound
- Blu-ray audio layer Content Protection
- DTS Surround Sensation UltraPC
- Optical S/PDIF out ports at back I/O
IEEE 1394 VIA® 6308P controller
2 x IEEE 1394a port(s)
(2 at mid-board)
USB Ports ASMedia® USB 3.0 controller:
4 x USB 3.0 port(s) (2 at back panel, blue, 2 at mid-board)
Intel® Z68 chipset:
12 x USB 2.0 port(s) (6 at back panel, black+red, 6 at mid-board)
Overclocking Features Overclocking Protection:
- ASUS C.P.R.(CPU Parameter Recall)
Special Features ASUS Dual Intelligent Processors 2 with DIGI+ VRM:
ASUS Digital Power Design
- Industry leading Digital 12+4 Phase Power Design
(12-phase for CPU, 4-phase for iGPU)
- ASUS DIGI+ VRM Utility
ASUS EPU
- EPU, EPU switch
ASUS TPU
- Auto Tuning, TurboV, GPU Boost, TPU switch
ASUS BT GO! (Bluetooth)
- Folder Sync, BT Transfer, Shot & Send, BT to Net, Music Player, Personal Manager
ASUS BT Turbo Remote
- Exclusive Smartphone Interface supporting iPhone, Android, Windows Mobile and Symbian systems
ASUS Exclusive Features
- ASUS UEFI BIOS EZ Mode featuring friendly graphics user interface
- MemOK!
- AI Suite II
- AI Charger+
- Anti Surge
- Disk Unlocker
ASUS Quiet Thermal Solution
- ASUS Fanless Design: Heat-sink solution
- ASUS Fan Xpert
ASUS EZ DIY
- ASUS Q-Shield
- ASUS Q-Connector
- ASUS O.C. Tuner
- ASUS CrashFree BIOS 3
- ASUS EZ Flash 2
ASUS Q-Design
- ASUS Q-LED (CPU, DRAM, VGA, Boot Device LED)
- ASUS Q-Slot
- ASUS Q-DIMM
Back I/O Ports 1 x Bluetooth module(s)
1 x DVI
1 x D-Sub
1 x HDMI
1 x eSATA 3Gb/s
1 x LAN (RJ45) port(s)
2 x USB 3.0
6 x USB 2.0
1 x Optical S/PDIF out
6 x Audio Jack(s)
Internal I/O Ports 1 x USB 3.0 connector(s) support(s) additional 2 USB 3.0 port(s) (19-pin, moss green)
3 x USB 2.0 connector(s) support(s) additional 6 USB 2.0 port(s)
4 x SATA 6Gb/s connector(s)
4 x SATA 3Gb/s connector(s)
2 x IEEE 1394a connector(s)
2 x CPU Fan connector(s) (4 -pin)
2 x Chassis Fan connector(s) (1 x 4 -pin, 1 x 3 -pin)
2 x Power Fan connector(s) (3 -pin)
1 x S/PDIF out Header(s)
1 x 24-pin EATX Power connector(s)
1 x 8-pin ATX 12V Power connector(s)
1 x Front panel audio connector(s) (AAFP)
1 x System panel(s) (Q-Connector)
1 x MemOK! button(s)
1 x TPU switch(es)
1 x EPU switch(es)
Accessories User’s manual
ASUS Q-Shield
2 x Serial ATA 3.0Gb/s cable(s)
2 x Serial ATA 6.0Gb/s cable(s)
1 x SLI bridge(s)
1 x Q-connector(s) (2 in 1)
1 x ASUS USB 3.0 Bracket(s)
BIOS 64 Mb Flash ROM, EFI AMI BIOS, PnP, DMI2.0, WfM2.0, SM BIOS 2.5, ACPI 2.0a, Multi-language BIOS,
ASUS EZ Flash 2, ASUS CrashFree BIOS 3, F12 PrintScreen Function
Manageability WfM 2.0, DMI 2.0, WOL by PME, WOR by PME, PXE
Support Disc Drivers
ASUS Utilities
ASUS Update
Anti-virus software (OEM version)
Form Factor ATX Form Factor
12 inch x 9.6 inch ( 30.5 cm x 24.4 cm )
Note *1: The PCIe x16_3 slot shares bandwidth with PCIe x1_1 slot, PCIe x1_2 slot, USB3_34 and eSATA. The PCIe x16_3 default setting is in x1 mode.
*2: These SATA ports are for data hard drivers only. ATAPI devices are not supported.

Kemasan dan Paket Penjualan

Bagian depan kemasan ini identik dengan “saudara” motherboard yang juga menggunakan chipset seri 6. Secara keseluruhan, kemasan ini terlihat begitu elegan dan mewah.

Bagian kanan bawah kemasan motherboard menampilkan daftar feature unik yang hanya dapat ditemukan di chipset terbaru ini, seperti Intel Smart Response Technology dan Virtu.

ASUS tidak pernah mengecewakan penggunanya dalam hal perlengkapan. Semua pernak-pernik yang menyertai board ini terlihat cukup menarik. Salah satu benda yang mencuri perhatian kami adalah disertakannya USB 3.0! Hal ini merupakan langkah yang bijak mengingat USB 3.0 merupakan feature yang banyak dicari para pengguna. Anda tentunya juga berpikiran sama, ‘kan?

The Board

Color scheme yang digunakan ASUS di motherboard ini mungkin terlihat familiar. Semenjak beralih ke chipset seri 6, ASUS telah mengadopsi pilihan warna PCB hitam dengan variasi warna biru di slot PCI, heatsink, dan beberapa slot lainnya. Warna yang digunakan board ini memberikan kesan mewah dan kokoh. Percaya atau tidak, warna yang dimiliki motherboard terkadang berpengaruh ke mindset Anda ketika merakit system!

Layout yang dianut P8Z68-V Pro ini terlihat dirancang dengan baik. Sama sekali tidak terlihat sesak. Bahkan, Anda dapat menemukan beberapa sisi yang terlihat cukup kosong. Secara keseluruhan, kami tidak melihat adanya masalah clearance dengan board ini.

Port yang tersedia antara lain:

  • 1x VGA Port
  • 1x DVI-D Port
  • 1x HDMI Port
  • 6x USB 2.0/1.1 Ports
  • 2x USB 3.0/2.0 Ports
  • 1x E-SATA
  • 1 x RJ-45 Port (LAN)
  • 6x audio jacks
  • 1 x Optical S/PDIF Out Connector
  • 1x Bluetooth Receiver

Jika Anda perhatikan dengan seksama, ASUS memilih untuk tidak menyertakan koneksi P/S 2 untuk keyboard dan mouse. Anda boleh saja menganggap ini sebagai sebuah kelemahan. Akan tetapi, ASUS “menggantikan” posisi konektor P/S 2 dengan sejumlah USB 2.0. Menurut kami, ini langkah yang sangat tepat, mengingat kedua peripheral tersebut kini didominasi koneksi USB. Walaupun demikian, para pengguna setia P/S 2, misalnya para overclocker tentu akan sedikit keberatan dengan keputusan yang diambil ASUS.

Hal lain yang menarik perhatian kami terjadi saat melihat backplate dari motherboard ini. Anda dapat menemukan receiver BlueTooth! Langkah tersebut cukup inovatif mengingat banyaknya peripheral yang menggunakan koneksi ini. Feature tersebut pastinya menjadi nilai tambah tersendiri bagi motherboard ini.

PCI Slot yang disediakan antara lain:

  • 3x Slot PCI-Express X16
  • 2x Slot PCI-Express X1
  • 2x Slot PCI

Tersedianya tiga buah slot PCI-Express x16 menunjukkan peluang konfigurasi multi graphic card di motherboard ini. Mengingat cukup banyak add-on card yang masih menggunakan slot PCI, ASUS masih menyediakan dua buah slot ini. Walaupun tak lupa juga disertakan koneksi lebih besar menggunakan PCI Express x1.

Header yang disertakan motherboard ini cukup melimpah. Jumlah ini seharusnya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan koneksi peripheral Anda.

Koneksi SATA yang disediakan motherboard ini terdiri dari empat buah koneksi SATA II (biru muda) dan sisanya diisi koneksi SATA III. Koneksi SATA II dan sebagian SATA III (putih) ditangani oleh chipset Z68 sendiri. Selebihnya (biru) diserahkan kepada chipset terpisah.

Bila Anda perhatikan, soket prosesor dikelilingi pendingin VRM yang cukup besar. Mengingat VRM merupakan salah satu komponen penting dari motherboard, ASUS tak lupa mendinginkannya dengan sepasang heatsink pasif yang cukup artistik. Walaupun demikian, cukup disayangkan komponen penting tersebut tidak didinginkan oleh pendingin yang lebih baik, seperti heatpipe. Namun, ASUS tidak merasa VRM ini akan menghasilkan panas yang tinggi. Sebab ASUS telah menggunakan Digital VRM yang menurut mereka jauh lebih dingin.

Tinggi kedua pendingin VRM sepertinya tidak akan menjadi masalah bila Anda memutuskan untuk memasang HSF yang cukup tinggi pada motherboard ini.

Selain penggunaan Digital VRM, motherboard ini juga menggunakan solid capacitors berkualitas tinggi. Terlihat barisan solid capacitors bersiaga “menjaga” performa motherboard agar selalu optimal.

Tombol onboard power dan reset akan memudahkan Anda saat mengoperasikan board ini tanpa casing.

Anda dapat menemukan sejumlah onboard switch di pojok kanan atas motherboard. Di bagian ini, terdapat sebuah switch untuk mengatur feature MemOK! Anda dapat menggunakan feature ini untuk memaksimalkan konfigurasi memory Anda, terutama ketika menggunakan beberapa keping memory yang berlainan tipe. Anda juga dapat menemukan sebuah switch yang berguna untuk mengaktifkan feature EPU. Anda dapat menggunakannya untuk memaksimalkan konsumsi daya sesuai penggunaan sistem. Switch terakhir berguna untuk menghidupkan feature TPU yang berguna untuk memaksimalkan performa prosesor dan GPU Anda dengan mencari setting overclock secara otomatis.

Tidak seperti produsen lain yang menggunakan chipset dari NEC untuk USB 3.0 nya, ASUS menggunakan chipset dari Asmedia. Asmedia merupakan produsen USB 3.0 yang baru saja diakusisi oleh ASUS. Langkah ini memastikan harga USB 3.0 yang digunakan ASUS menjadi lebih murah dan akhirnya memengaruhi harga motherboard.

Chipset TurboV Processing Unit (TPU) memberi Anda kemungkinan untuk mengatur setting overclock secara tepat. Selain itu, TPU juga memaksimalkan performa prosesor dan GPU dengan menggunakan pengaturan Auto Tuning.

Untuk memastikan daya listrik yang dibutuhkan sistem dapat terpenuhi dengan baik, motherboard ini juga dilengkapi dengan konektor power tambahan 8 Pin.

BIOS

Platform Pengujian

  • Prosesor: Intel Core i7 2600K
  • Motherboard: ASUS P8Z68-V Pro
  • Memory: Kingston KHX1600c9D3B1K2/4GX
  • Hard Drive: Western Digital 500 GB Black, Kingston SSDNow V+100 64 GB dan Kingston SSDNow VSeries 30 GB, Intel X25-V 40 GB
  • Power Supply: Coolermaster Silent Pro Gold 800 Watt
  • Heatsink: Coolermaster Hyper 212+
  • Monitor: Philips 221E
  • Input: Genius (keyboard dan mouse)
  • OS: Windows 7 Ultimate 64-bit SP1
  • Driver: Intel Chipset 9.2.0.1.1025 dan Intel Graphic 15.21.10.2291

Hasil Pengujian

Di benchmark kali ini, kami mencoba membandingkan berbagai SSD dari beberapa tingkatan harga. Apakah cache drive memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sistem?

SYSMark 2007

Terlihat peningkatan kinerja sebesar 5-10% antara penggunaan SSD caching dengan penggunaan HDD Only. Peningkatan yang cukup besar terlihat jelas di benchmark ini. Jika Anda ingin mendapatkan peningkatan kinerja sebesar 10%, Anda harus meningkatkan kecepatan prosesor. Di pengujian ini, kami menggunakan prosesor dengan kecepatan standard yang bisa didapatkan dengan mudah.

PCMARK Vantage

Di benchmark ini terlihat perbedaan kinerja yang sangat besar antara SSD dan SSD caching. Walaupun demikian, perbedaan kinerja antara HDD Only dengan SSD Caching terlihat tipis. Tampaknya, kinerja storage secara keseluruhan tidak terlalu terbantu dengan kehadiran SSD Caching.

3DMark Vantage

Tabel di atas memperlihatkan overclock yang kami lakukan mampu meningkatkan performa CPU dan GPU. Hal ini membuktikan bahwa Z68 dapat meningkatkan kemampuan sistem hingga sebesar 25%.

Left 4 Dead 2: Sacrifice

Tabel di atas memperlihatkan kegunaan lain dari overclocking di Z68, yaitu ketika Anda menemukan game yang berada di ujung batas kemampuan prosesor dan GPU standard. Dengan melakukan overclock, kami mampu meningkatkan FPS (Frame Per Second) sebesar 25% dan memindahkan game ini dari zona tidak playable menjadi playable.

MediaEspresso

Dengan menggunakan Virtu, kami mampu menjalankan semua mode akselerasi transcode yang ada. Hebatnya, semua dapat dilakukan hanya dengan satu sentuhan saja.

Kesimpulan

Setelah menyimak hasil pengujian di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa inilah platform terbaik di jajaran chipset Cougar Point. Feature Overclocking yang dianut chipset ini akan membuat pengguna P67 dan H67 tergoda untuk beralih ke Z68. Hanya chipset ini yang membebaskan Anda mengutak-atik performa sistem secara total. Kehadiran software Virtu juga berperan besar menghadirkan solusi elegan bagi sebuah masalah kecil yang harus diakui sedikit mengganggu. Bantuannya membuat Anda dapat memanfaatkan feature QuickSync ketika menggunakan graphic card terpisah! Feature SSD Caching yang diperkenalkan chipset ini juga menjadi feature yang berharga untuk memaksimalkan sistem Anda. Ia memberikan keseimbangan akan kebutuhan kecepatan yang ditawarkan SSD dan kapasitas yang ditawarkan Hard Drive. Dengan Z68, you have the best of both worlds!

Secara keseluruhan, chipset Z68 berhasil menggabungkan keunggulan dari H67 dan P67. Apalagi Anda juga dimanjakan dengan adanya feature SSD Caching yang menggabungkan keunggulan SSD dan HDD. Apakah chipset Z68 berhasil memenuhi harapan pengguna Sandy Bridge? Tentu saja! Inilah wujud puncak chipset seri 6!

 

source

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.